Spionasenews.com –  Dalam mengawal nilai-nilai demokrasi di Sulawesi Selatan, Gerakan Mahasiswa Politik Demokrasi Sulawesi Selatan (GMP Demokrasi Sul-sel) mengadakan dialog awal tahun yang bertemakan “Peran Pemuda Dalam Mengawal Nilai-Nilai Demokradi di Sulawesi Selatan, yang berlangsung di warkop Cappo Jalan Alauddin, Makassar, Minggu (22/01/17).

Diketahui bahwa tampak hadir tiga Narasumber dalam Dialog tersebut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Mahyuddin Abdullah, Komisioner KPUD Sulsel Mardiana Rusli, serta Analis Politik dan kebangsaan Arqam Azikin.

“Saya pikir yang harus ditanamkan sebagai pemuda dalam mengawal demokrasi, kita tidak boleh alergi terhadap partai politik, lembaga demokrasi dan kita harus membaur di rana itu. Karena kita sebagai pemuda yang mengawal demokrasi harus berani berbicara kekuasaan, berani mengambil keputusan guna menumbuhkembangkan peran kita sebagai pemuda di bangsa khususnya di sulawesi selatan ini,” ungkap Mahyuddin.

Hal serupa juga dikatakan oleh Komisioner KPUD Sulsel, Mardiana Rusli mengatakan bahwa, Politi pada dasarnya tidak lagi menjadi kelamin mana laki-laki dan perempuan.

“Politik tidak lagi menjadi kelamin mana laki laki dan mana perempuan, kenapa demikian ?, Karena kalau kita tidak berada di bidang itu, kita sebagai pemuda tidak tahu bagaimana mengawal kebijakan serta demokrasi bangsa ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Arqam Azikin yang Juga Analis Politk dan kebangsaan mengatakan bahwa, demokrasi tidak lagi tumbuh dan berkembang jika anak mudanya vakum dan tidak berbuat apa-apa di bangsa ini khusunya di sulawesi selatan.

“Kalau kita bicara demokrasi bahwa bangsa ini belum demokrasi, patentnya hari ini tidak ada yang pernah tahu kapan bangsa ini demokrasi. Kalau kita mau bicara demokrasi ruangnya ada di partai politik, lembaga-lembaga kebangsaan, serta membuat wadah atau forum diskusi politik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Arqam, “Demokrasi tidak bisa tumbuh dan berkembang kalau anak-anak mudanya fakum dan tidak mau berbuat. Kalau teman-teman fakum, jangan salahkan kalau proses demokrasi kita fakum. Bgimana demokrasi berkualitas ? Ya anak muda harus mengawal kebijakan demokrasi itu,” kata Pendiri Sekolah Kebangsaan ini.

(Anas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × two =