Spionasenews.com Makassar – Tradisi pungli yang seyogyanya dihilangkan oleh Institusi Kepolisian, dan menjadi tugas utama Kapolri Jenderal. Tito Karnavian nampaknya jadi isapan jempol belaka.

Pasalnya jajaran Ditlantas Polda Sulsel dibawah komando Kombes. Pol. Agus Wijayanto SH. MH malah menjaga dengan awet ‘aksi’ pungli mereka. Hal itu dapat kita temukan pada setiap pemblokiran BPKB ranmor 4 atau ranmor 2, baik itu ranmor hilang maupun Ranmor yang BPKB nya di jaminkan pada Bank atau Finance. Pungutan yang diberlakukan berkisar Rp. 70 ribu hingga Rp. 100 ribu rupiah.

Salah seorang marketing Bank Swasta sebut saja N mengaku pada setiap pemblokiran dia membayar sebesar Rp. 70 ribu rupiah. “70 ribu ji bayar itu bos ku “ungkapnya

Belum lagi pemblokiran BPKBP kendaraan, muncul lagi pungutan pada Surat Jalan bagi kendaraan luar daerah Sulsel yang beroperasi atau digunakan oleh pengendara, itu dipungut biaya Rp. 50 ribu rupiah.

Surat pemblokiran BPKB dari pihak perorangan/Bank maupun finance itu disetor pada loket yang dijaga oleh PHL(Pegawai Harian Lepas) yang sengaja dipajang untuk menghindari dugaan pungli ataupun tuntutan pada saat pemeriksaan dari tim audit ataupun tim saber pungli. Didalam map surat pemblokiran biasanya di selipkan dana sebesar Rp. 70 ribu rupiah, atau dananya diserahkan setelah surat pemblokiran telah selesai distempel dan di tanda tangani.

Untuk surat jalan yang dibebankan Rp. 50 ribu rupiah/ranmor cukup membawa ftcpy STNK kendaraan dan menunggu karena prosesnya lebih cepat dibanding dari pemblokiran BPKB.

Hingga berita ini diturunkan, kontak person Dirlantas. Polda. Sulsel. Kombes. Pol. Agus Wijayanto SH. MH masih memblokir kontak wartawan kami.

Laporan : UC008(Mks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × two =