SPIONASE-NEWS.COM,- BOGOR – Presiden Joko Widodo menerima para wali kota seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 23/7-2018.
Sebanyak 98 walikota seluruh Indonesia dibagi menjadi tiga dan pada Senin pagi pukul 09.00 WIB sebanyak 32 wali kota diterima Presiden.

Sebelum pertemuan, para wali kota ini diajak foto bersama oleh Presiden di tangga teras depan Istana Bogor dan selanjutnya masuk ke ruang Garuda untuk melakukan pertemuan, salahsatu Walikota yang mendapat perhatian khusus dari Protokoler kepresidenan adalah Walikota Makassar Ir.Moh.Ramdhan Pomanto.

Pada saat duduk bersama para Walikota Se-Indonesia, Danny Pomanto dispesialkan duduk di samping Presiden Jokowi, ujar salahsatu Sumber di istana Bogor.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa pertemuan ini memang telah diagendakan supaya semua persoalan kota-kota di Indonesia secara detail bisa tersampaikan.

“Sehingga dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lapangan bisa segera kita lakukan,” kata Kepala Negara.

Berkaitan dengan makro ekonomi, kata Jokowi, bahwa saat ini semua negara mengalami tekanan dari eksternal, diantaranya masalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta kenaikan suku bunga “The Fed” AS.

Kepala Negara juga mengatakan bahwa saat ini kota-kota juga perlu mengantisipasi perubahan-perubahan cepat dunia sekarang, yakni revolusi industri 4.0 yang perubahannnya sudah diprediksi.

“Menurut McKinsey Global Institute disampaikan perubahan revolusi industri 4,0 itu 3.000 kali cepat dari revolusi industri 1.0. Inilah kita harus sadar betul bahwa akan terjadi perubahan besar,” tegas Presiden.

Kepala Negara berharap kota-kota harus menyiapkan diri di dalam mengantisispasi dan menyiapkan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi perubahan yang sangat cepat ini.

“Saya kira tahu tahu semuanya artificial intelligence (kecerdasan buatan), Internet of Thing, big data, kemudian penemuan-penemuan berkaitan dengan hoperloop spceX, Tesla.

Kalau kita menyadari betul apa sih yang harus kita siapkan. Yamg kita siapkan menurut saya sekarang ini adalah SDM kita,” katanya.

Presiden mengakui bahwa saat ini masih konsentrasi ke inferastruktur dan berikutnya adalah persiapan SDM yang harus dipersiapkan.

Presiden mengakui bahwa kota akan lebih siap daripda desa dalam menghadapi perubahan cepat yang ada saat ini.

“Tapi kalau kita tidak mempersiapkan, mengantisipasi berkaitan dengan perubahan, berbahaya bagi negara atau kota,” tegasnya.

Laporan : Agen 007- 008 HI (Jkt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 3 =