SPIONASE-NEWS.COM, GOWA -Seringnya BBM jenis premium kosong di beberapa SBPU dikeluhkan masyarakat. Diduga, ada mafia minyak yang bermain di balik pemdistribusian bahan bakar premium bersubsidi. Kabid PTKP HMI Cabang Gowa Raya, Ardiansyah angkat bicara terkait hal tersebut.

Menurutnya, masyarakat seolah dipaksa menggunakan BBM jenis pertalite yang notabenenya adalah BBM non-subsidi.

Ardiansyah menuding BPH Migas dan PT Pertamina Regional VII harus bertanggungjawab atas hal tersebut.

“BPH Migas dan PT Pertamina Regional VII yang seharusnya bertanggungjawab malah cenderung melakukan pembiaran terhadap aktivitas para mafia tersebut,” ujarnya (24/07/2018)

Bukan hanya bahan bakar minyak, permainan para mafia dan ketidakbecusan BPH Migas serta PT Pertamina merambah ke pengelolaan gas. Hal tersebut tercermin dari konsep bright gas yang dikeluarkan oleh Pertamina dengan harga di atas rata-rata.

Pihaknya mewanti-wanti kepada Kementerian ESDM dan DPR RI agar melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMN tersebut.

“Kami meminta Menteri ESDM serta DPR RI untuk segera mencopot General Manager PT Pertamina Regional VII dan Kepala BPH MIGAS. Segera melakukan penyegaran di tubuh Pertamina dan BPH Migas sebelum mahasiswa dan rakyat muak kemudian bertindak sesuai kehendaknya.” pungkas Ardiansyah.

Laporan : Agen077 Emil(Mks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × two =