SPIONASE-NEWS.COM-Luwu Timur– Terkait Dugaan Korupsi Bendahara Desa Atue Kec.Malili Kab.Luwu Timur Tahun 2016 Senilai Rp.324.000.000 Guna Peningkatan Air Bersih.

Kamis, 09 Agustus 2018, Perkara Tersebut Sudah Masuk Dalam Tahap Penyidikan, Dan waktu dekat ini berkas Perkaranya Akan Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Malili.

Dalam Hal ini, Belum Ada Tindakan Penahanan Dari Pihak Polres Luwu Timur, Karena Tersangka kooperatif Dan Bahkan Bendahara Desa Atue (EN) Masih Tetap Beraktivitas Sebagai Bendahara.

Namun Akan Tetapi, Dugaan Korupsi Semakin Berkembang, Seperti Halnya Pembayaran Pajak Tahun 2017 Senilai Rp.10.000.000 Yang Belum Juga Diselesaikan Sampai Saat ini. Jumat, 10 Agustus 2018.

Selanjutnya, Mengenai Dana Silva Tahun 2017 Sebanyak Rp.53.000.000 Yang Belum Di SPD,kan Sedangkan Dana Yang Dipinjamkan Oleh Bendahara Kepada Temannya Sebanyak Rp.6.500.000.

Dan Adapun Dana Senilai Rp.17.500.000 Dimasukkan Di Polres Luwu Timur Yang Belum Jelas Dana Untuk Apa? Selebihnya Pengeluaran Belum Direkap. Ujarnya Kades Atue (AH) Yang Baru Menjabat Pada Tanggal 06 Desember 2017.

Selain Itu, Masyarakat Desa Atue Sangat Berharap Agar Kiranya Cepat Di Proses Perbuatan Bendahara Desanya Untuk Menhindari Hal Hal Yang Tidak Di Inginkan Terjadi Dikemudian Hari Sebagaimana Di Atur Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 Junto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 41 ayat (1) Masyarakat Dapat Berperan Serta Membantu Upaya Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ayat (2) Huruf,a,b,c,d, Dan e.

Laporan : SM (LuTim) Agen 008 HI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − sixteen =