SPIONASE-NEWS.COM ENREKANG – PTPN XIV dinilai telah melakukan usaha ilegal di Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang seluas 5.230 Ha dan di Kecamatan Gilireng dan Kecamatan Keera Kabupaten Wajo seluas 12.170 Ha dengan total luasan 17.500 Ha.

PTPN XIV tidak dilengkapi dengan Hak Guna Usaha (HGU) yang merupakan syarat wajib dalam berusaha sesuai dengan putusan MK Nomor : 138/PUU-XIII/2015 (hasil Uji Materi UU Perkebunan No. 39 Tahun 2014).

Ribuan masyarakat yang berada di dua Kabupaten tersebut telah kehilangan akses dan sumber-sumber agrarianya. Selama puluhan tahun rakyat menderita tanpa ada penyelesaian oleh Negara melalui Pemerintah Kabupaten, BPN, Kepolisian bahkan Kementerian BUMN. Apalagi sejak tahun 2003 Hak Guna Usaha (HGU) PTPN XIV telah habis dan belum ada perpanjangan hingga saat ini.

Penguasaan lahan oleh PTPN XIV juga di Kabupaten Luwu Timur yaitu PKS 1 Luwu dengan luas HGU 9.037 ha. Pabrik Gula Bone, di Kabupaten Bone, dengan luas areal HGU 7.771. Pabrik Gula Camming, di Kabupaten Bone, dengan luas areal HGU 9.837. Pabrik Gula Takalar, di Kabupaten Takalar, dengan luas areal HGU 7. 970 hektar. Unit Sidrap dengan luas areal HGU 5.090 hektar di Kabupaten Sidrap.

Unit Sakkoli dengan luas areal HGU 4.583 hektar di Kabupaten Wajo. Kebun Jeneponto (kapas) dengan luas areal HGU 145 hektar di Kabupaten Jeneponto. Kebun Kalosi (kopi) dengan luas areal HGU 26 hektar di Kabupaten Enrekang. Perkebunan Sawit di Kecamatan Mappideceng Kabupaten Luwu Utara seluas 3.102,75 Ha. Total penguasaan lahan di Sulawesi Selatan oleh PTPN XIV adalah 64.912,75 Ha, hal ini melanggengkan ketimpangan agraria yang begitu besar di sulawesi selatan.

Laporan : Mansyar Mayang (Ekg).

Editor : Agen 088 UQ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − thirteen =