SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSARKebahagiaan tentunya baru dirasakan bagi setiap pekerja yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), jika perusahaan tempatnya bekerja memberikan penghargaan atau kenang-kenangan yang biasa disebut pesangon sesuai Undang-undang nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Namun, hal itu tidak didapatkan oleh Mustari (59), lelaki yang tinggal di Sinassara Kelurahan Kaluku Bodoa Kecamatan Tallo.

Pasalnya, perusahaan tempatnya bekerja selama 9 tahun sejak tahun 2009, CV. Perkasa Maju Abadi (PMA) ngotot tak ingin memberikan pesangon kepada Mustari.

Walaupun sudah dua kali dimediasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.

Ironisnya, Arnold selaku pimpinan CV. PMA yang beralamat di Jalan Sultan Abdullah Raya Kelurahan Buloa Kecamatan Tallo ini tak ada sedikitpun kemauan untuk membayar pesangon Mustari.

Alasannyapun tidak ada relevansinya dengan tempat bekerja Mustari selama ini. Mustari dituduh mencuri mesin air tetangga gudang perusahaannya.

“Saya tidak akan pernah mau bayar pesangonnya karena dia mencuri mesin air tetangga gudang saya,” ungkap Arnold saat dimediasi di ruangan HI Disnaker Makassar, Selasa, (11/12/18).

Arnold juga menantang mantan karyawannya ini, terserah kasusnya mau dibawa kemana.

“Mau ke Pengadilan, Kejaksaan dan Polisipun saya tidak takut,” ancam pria keturunan Tionghoa Ini.

Sementara itu, Pihak Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar yang diwakili tiga mediatornya sangat menyayangkan sikap pimpinan CV. PMA yang keras kepala tersebut.

“Kami sudah berupaya menjelaskan sesuai aturan dan undang-undang Ketenagakerjaan dan posisi kami juga menyelesaikan perselisihan hubungan industrial sesuai undang-undang dan PMK. Namun Pak Arnol tidak mengerti dan ngotot dengan pendapatnya,” kesal Sri Hari Astuti, S.Sos, M.Si selaku Mediator Ahli Madya.

Dalam mediasinya, Ia juga menyampaikan, jika pekerja tak dapat diberhentikan begitu saja tanpa adanya status hukum dari pekerja yang dituduh mencuri.

“Jadi, dengan diberhentikan berarti perusahaan punya kewajiban memberikan pesangonnya,” jelas Sri yang didampingi dua rekannya Dra.Hj. Endang Ariyanti dan Diana Rayanti, SH.

Sementara itu, LSM PERAK Sulawesi Selatan yang mendampingi pekerja merasa prihatin dengan sikap pimpinan CV. PMA tersebut. Hal ini disampaikan Wakil Ketuanya, Masran, SH, MH.

“Kami heran dengan Pimpinan perusahaan tersebut, masa pekerjanya dipecat dan tidak diberikan pesangon gara-gara dituduh mencuri. Namun anehnya, pencurian yang dituduhkan adalah kejadian yang tidak ada hubungan langsung dengan perusahaan tempatnya bekerja,” kata Masran. Kamis, (13/12/18).

Masran mencurigai, Arnold mengungkit dan menjadikan tuduhan pencurian tersebut agar lepas dari tuntutan pembayaran pesangon dari karyawannya yaitu Mustari.

“Ini lebih aneh lagi, nanti setelah perusahannya diadukan ke Disnaker, Arnold baru lapor kejadian beberapa bulan yang lalu di Polsek Tallo, kasus pencurian namun bukan barangnya yang hilang.

Kepo sekali ini orang, gila urusan lagi. Jadi, tidak usah cari-cari alasan untuk lepas dari jeratan pembayaran pesangon pekerja,” terang Masran.

Masran juga sangat menyayangkan dengan sikap arogansi pimpinan CV. PMA tersebut, karena tidak mau menghargai Undang-undang Ketenagakerjaan, serta keberadaan Instansi dan institusi di negara ini yang mengatur tentang Tenaga Kerja Indonesia.

“Ketua saya sampai pukul meja gara-gara Pak Arnold tidak mau mengakui Undang-undang dan peraturan yang berlaku, terlebih lagi kami anggap pelecehan institusi karena tidak menghargai pengadilan dan putusannya serta tidak menganggap keberadaan Disnaker yang ditunjuk mediator selaku amanah undang-undang,” jelas Masran.

Sedangkan, Mustari yang dikonfirmasi mengatakan, pemilik mesin pompa air tersebut tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut.

“Saya ada rekaman pembicaraan ditelepon Pak, jika Pak Tato tidak mempermasalahkan malah berterimakasih saya jagakan mesinnya selama sehari,” ucap Mustari.

Mustari sudah mengambil langkah hukum dengan terlebih dahulu melaporkan Arnold ke Polrestabes Makassar atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan : Agen 008 HI (Mks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 11 =