SPIONASE-NEWS.COM,-MAKASSAR – Koalisi Aktivis Anti Korupsi Sulawesi Selatan, resmi melayangkan surat resmi ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), terkait proyek kedelai Bone tahun 2015 dengan anggaran Rp 63 M yang diduga bermasalah.

“Kami sudah layangkan surat ke KPK terkait proyek kedelai di Bone yang menggunakan anggaran Rp 63 miliar tahun 2015, kami akan kawal dan pantau terus perkembangannya,” cakap M. Amiruddin, SH, MH, Selasa, (18/12/18).

Adapun yang diduga bermasalah tersebut, yakni adanya pemotongan anggaran yang seharusnya turun ke kelompok tani Rp 48 juta namun hanya diterima Rp 3 juta hingga Rp 8 juta dan barang berupa bibit, pupuk dan rizobium yang tidak lebih dari nilai Rp 10 juta.

Modusnya, diduga Kadis dan Kabid Dinas Pertanian memerintahkan dan mengarahkan Kacab Dinas Pertanian/PPK Kecamatan untuk mengambil uang kelompok petani dengan cara memfasilitasi rekanan atau penyedia barang untuk melakukan transaksi.

Usai melaporkan, M. Amiruddin dan kawan-kawan minta pihak KPK RI, segera memanggil Kadis Pertanian Kabupaten Bone, Sunardi Nurdin untuk dilakukan pengusutan dan pemeriksaan.

“Ada 18 kecamatan di Bone dan hampir semua kecamatan tersebut melakukan penanaman kedelai di tahun 2015, jadi sangat mudah untuk mendapatkan data dan keterangan di kelompok tani. Untuk itu kami meminta KPK segera memeriksa pihak yang bertanggungjawab. terutama Kadisnya,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika luas areal tanam yang dilaporkan sesuai realisasi bansos padahal kenyataan tidak sesuai.

“Kami sudah lihat langsung dan turun ke kelompok tani untuk ditunjukkan areal tanamnya dan tidak ada yang menggenapi 25 Ha sesuai petunjuk teknis,” terangnya

Kendati demikian, kata M. Amiruddin SH walaupun Kadis Pertanian Bone mengatakan ini fitnah lewat sms, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik KPK nantinya.

“Katanya lewat sms dia bilang banyak LSM dan Media yang sudah soroti berarti ada apa-apanya ini proyek, ini uang negara yang dipakai sangat besar Pak, sebaiknya mereka jangan main-main,” katanya

Tak hanya itu, proyek kedelai tersebut diduga mubazzir anggaran dimana bibit yang turun di bulan Agustus-Oktober tidak memungkinkan untuk ditanam bahkan jika dipaksakan tetap akan rusak.

“Kelompok tani mengeluh bibit turun di cuaca yang tak menentu, dimana banyak petani mengaku jika tanaman kedelainya menguning dan mati,” tutupnya.

Diketahui, kasus korupsi kedelai tahun 2015 sudah terjadi di Kabupaten Gowa dan tersangkanya sudah mendekam di Lapas Kelas 1 Makassar. Anehnya, Kabupaten Bone yang menerima anggaran jauh lebih besar tidak diusut sampai sekarang.

Laporan : Agen 008 HI (Mks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − 15 =