SPIONASE-NEWS.COM,-MAKASSAR – Proyek Pembangunan Puskesmas Rappokalling di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Makassar, diduga banyak permasalahan.

Proyek yang menelan anggaran Rp 2.858.282.270, dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya Semesta dengan Konsultan Pengawas PT. Dzirah Perkasa Indonesia. Bersumber dari dana DAK 2018 dan dikerjakan selama 150 hari kalender.

Wakil Ketua LSM PERAK Sulawesi Selatan, Masran, SH, MH mengatakan, soal proyek pembangunan Puskesmas Rappokalling terungkap satu persatu dugaan permasalahannya yang berdampak pada kerugian keuangan negara atau daerah.

Proyek tersebut, kata dia, kemarin hasil investigasi dan pengumpulan data di lapangan, kami menduga bangunan tersebut hanya menggunakan pondasi lama yang langsung dilanjutkan pembangunannya. Padahal, pondasi sebelumnya merupakan bangunan untuk satu lantai. Sedangkan yang dibangun sekarang untuk menahan bobot beban dua lantai.

“Sudah dianggarkan sesuai kontrak untuk galian tanah pondasi Cyplok 14,07 m3, galian pondasi poer 102,81 m3 dan galian tanah pondasi garis 144,18 m3. Tapi pihak Dinas dan Kontraktor dapat berdalih karena dengan kondisi bangunan sudah hampir tahap finishing agak sulitlah dapat dilihat secara kasat mata ada atau tidak pengerjaan pondasi diawal,” terang mantan Dosen Fakultas Hukum Unhalu Kendari ini.

Kemudian, LSM PERAK menemukan petunjuk baru. Dimana pihaknya diperlihatkan langsung adanya semacam nota dan keterangan yang menjelaskan kalau betonnya menggunakan K225 yang disuplai dari PT. Bumi Sarana Beton (BSB).

“Kontraktornya memperlihatkan kami semacam nota yang sudah difoto di HP dimana tertulis jelas kalau kualitas betonnya K225 bukan K300 seperti yang dipersyaratkan biasanya.

Kami menduga rekanan melakukan kecurangan untuk mencari keuntungan yang lebih besar dalam melaksanakan kegiatan sehingga tidak lagi mengacu pada juknis dan spesifikasi teknis yang ada dalam RAB,” ungkapnya. Kamis, (20/12/18).

Kemudian proyek tersebut, lanjut Masran, kami masih ada beberapa dugaan permasalahan dalam pembangunan puskesmas tersebut. Diantaranya, material bangunan diduga dikerjakan tidak sesuai RAB, kelistrikan yang diduga tidak memiliki SLO dan bangunan tersebut diduga membahayakan pasien karena terpapar radiasi oleh keberadaan SUTET yang ada disampingnya.

“Kami minta penegak hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan segera menurunkan tim ahli atau tim teknis. Kalau memang terbukti bermasalah, kami meminta bangunan itu distop, dibongkar dan dibangun kembali sesuai yang seharusnya demi keselamatan jiwa orang banyak,” tegas Masran.

Pihak PT. Wijaya Karya Semesta, Amar yang dimintai konfirmasi di lokasi pembangunan mengatakan, dirinya siap memperlihatkan dokumentasi berupa foto dan membenarkan kalau pembetonannya menggunakan K225.

“Adaji Pak saya simpan di HP kalau foto sewaktu tukang galih itu pondasi dan memang benar kualitas beton itu K225 dari PT. BSB,” akunya sambil memperlihatkan gambar di handponnya.

Menurut Amar, pada proyek ini semua dilakukan sudah sesuai RAB dan ketentuan.

Plt.. Sekda Kota Makassar sekaligus Kadis Kesehatan Kota Makassar serta KPA pada proyek tersebut, dr. Naisyah yang dimintai keterangan di kantor Balaikota Makassar mengatakan, dirinya tidak diklarifikasi terkait permasalahan ini oleh LSM yang menyoroti.

“Harus ada ahli yang menyimpulkan dan kalau memang terbukti Puskesmas itu bermasalah kita akan bongkar,” ucapnya.

Laporan : Agen 008 HI (Mks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + six =