SPIONASE-NEWS COM, – MAKASSAR – Kisruh utak-atik suara calon legislatif (Caleg), DPD dan Pilpres Pemilu 2019 di Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Jongaya dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan yang sempat membuat gaduh para Caleg dari beberapa partai Politik yang melayangkan protes ke Bawaslu dan KPU kota Makassar, akhirnya mulai ada titik terang karena telah terkuak sedikit demi sedikit.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Tamalate Hj. Kasturia, angkat bicara, Ia yang menyambangi kantor media Harian terkenal sore tadi, yang memuat namanya, Kamis (4/7/2019) yang di temani pengacaranya, merasa terusik dengan pemberitan media harian tersebut terbitan hari Rabu Tanggal 3 Juli 2019 halaman 5 yang menuliskan bahwa Hj. Kasturia adalah salahsatu tersangka “Utak-Atik Suara” di PPK Kecamatan Tamalate kota Makassar Provinsi Sulawesi selatan.

Hj. Kasturia yang sempat menghadiri undangan Klarifikasi penyidik Polrestabes Makassar Senin (1/7/2019), sempat diambil keteranganya sebagai saksi oleh penyidik Polrestabes, Saya di tanya-tanya dengan berbagai pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab di PPK Kecamatan Tamalate dan saya jawab bahwa saya, serta beberapa pertanyaan penyidik lagi, jelasnya.

Saya jelaskan semua kronologisnya, mulai dari Penghitungan suara tingkat PPS sampai di plenokan di KPU, saya jelaskan semua, mulai dari pendataan suara para Caleg, DPD dan Pilpres dari A sampai Z, semua data yang kami terima adalah data yang telah ada atau sudah jadi dari PPS Kelurahan Jongaya yang di Ketuai Abd. Halik, dan semua data DAA1 sudah ada sama kami PPK kecamatan Tamalate setelah beberapa saksi Partai telah tanda tangan Surat DAA1 dan baru kami di PPK Kecamatan menanda tanganinya, setelah menerima data dari PPS Kelurahan, tuturnya.

Lanjut Hj. Kasturia, bahwa untuk apa kami mau melakukan kecurangan atau mau gelembungkan suara caleg atau partai tertentu, karena kami tahu bahwa itu pelanggaran pemilu berat yang telah diatur di dalam Undang-undang no. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, kita bisa di penjara dan saya selalu mewanti-wanti kawan-kawan di PPK Kecamatan Tamalate untuk bekerja jujur, saya siap di sumpah pocong kalau memang saya berbuat curang dan melakukan pengelembungan suara, tegasnya.

Hj. Kasturia menambahkan, bahwa setelah berita tersangkanya yang diekspose di media harian terkenal di Sulsel itu, sempat membuat keluarga besar kami terusik, sampai semua pada menelpon, jadi saya tahu dari info mereka yang membacanya di koran, apalagi anak-anak saya yang tidak menyangka ibunya bisa di katakan tersangka dalam kasus kecurangan pemilu yang dilakukan oleh orang lain dan akhirnya Hj. Kasturi ikut terseret namanya, padahal saya bekerja siang malam dan kadang pulang subuh dan tidak menyangka akan di korbankan oleh oknum pelaku pelanggar Pemilu, ujarnya.

Semoga Polisi bisa menangkap aktor intelektualnya, agar kami yang telah bekerja tanpa pamrih di PPK Kecamatan bisa di luruskan nama baik kami. Apalagi di katakan tersangka, waduh kayak mau hancur saja hidupku ini, mana saya tidak bisa tidur, tidak bisa makan, tensi darah meninggi, dan yang paling parah, malunya sama tetangga dan keluarga besar, serta kerabat dan handaitaulan, seakan-akan kami menerima suap dan pelanggar Pemilu, Ungkapnya.

Hj. Kasturi, berharap agar aparat hukum dapat menangkap dan menghukum pelaku dengan seberat-beratnya, agar kami tidak di korbankan seperti saat ini, dan saya rasa ini lagu lama yang di mainkan pemain lama dalam kecurangan pemilu dan mungkin Bawaslu juga tahu kok, siapa-siapa saja orangnya yang terlibat dalam penggelembungan suara di Kecamatan Tamalate, ungkapnya lagi.

Hj. Kasturia juga meminta dengan sangat kepada Media Harian tersebut untuk meralat kata “Tersangka” dalam pemberitaannya, dan mengubah menjadi “Saksi”, kan saya punya hak jawab dong, jelas Hj. Kasturia kepada media ini.

Apalagi kehadiran saya ke Polrestabes Makassar adalah undangan klarifikasi untuk diambil keterangan sebagai “Saksi”, bukan “Tersangka”, sambil menutup wawancara ini.

Laporan : Agen Bagas/Agen Mansyar M (Mks)

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + five =