SPIONASE-NEWS.COM,- SEMARANG – Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian berharap ada anggota Korps Bhayangkara yang lolos menjadi komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, kata dia, komisioner yang berasal dari Polri akan memberi nilai tambah sebab kerja sama dengan pihak kepolisian pun akan lebih mudah, Jumat (5/7/2019).

Ia juga berharap seleksi calon pimpinan KPK dapat berjalan sehat dan menghasilkan komisioner yang bagus.

Menurutnya, lebih dari 100 personel Polri yang sudah selesai menjalankan tugas di KPK dengan baik dan meletakkan fondasi bagi lembaga antirasuah tersebut.

“Tidak ada salahnya anggota Polri jadi komisioner KPK,” kata Kapolri seusai acara wisuda di Akademi Kepolisian, Semarang, kemarin.

Pansel KPK Poto bersama

KPK, lanjutnya, memiliki sejarah panjang bersama ­Polri. Ia menyebut Polri turut membesarkan KPK melalui para anggotanya yang ikut menjadi komisioner.

“Mulai dari Pak Taufiequrrachman, Pak Bibit Samad, sekarang Bu Basaria,” jelasnya.

Sebanyak 384 orang mendaftarkan diri sebagai capim KPK. “Sampai pukul 23.59 tadi malam (kemarin malam), batas akhir pendaftaran via e-mail, jumlah pendaftar mencapai 384 orang,” kata anggota Pansel Capim KPK, Hendardi, di Jakarta, kemarin.

Kemarin, Pansel KPK mulai melakukan seleksi administrasi dan hasilnya bakal diumumkan pada 11 Juli 2019. Setelah itu, kata Hendardi, pansel akan memasuki tahap meminta pendapat publik.

Peserta yang lolos tahap uji publik ini akan melaksanakan tes selanjutnya, yakni tahap wawancara. Proses tersebut diproyeksikan berlangsung September 2019. Setelah itu, pansel akan mengeliminasi peserta jadi tinggal 10 nama dan memberikannya kepada ­Presiden untuk disaring.

Di sisi lain, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan lima calon pemimpin KPK dari unsur Kejaksaan Agung telah menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Febri mengatakan KPK menghargai komitmen pimpinan instansi dan kepatuhan pelaporan LHKPN ini meski tiga di antaranya melaporkan LHKPN setelah 31 Maret 2019.

Sementara itu, Pansel KPK diminta menyeleksi calon pimpinan yang punya latar belakang soal korupsi di sektor sumber daya alam (SDA). Juru bicara Germas Bersihkan Indonesia dari Walhi, Edo Rakhman, di Gedung KPK, Jakarta, kemarin, menyebut sektor SDA ialah sektor strategis yang rawan praktik korupsi.

“Peran KPK dalam meme-rangi korupsi sektor tersebut telah dibuktikan dengan peng-ungkapan sejumlah kasus besar,” ujar Edo.

Laporan : Agen Ibe (Jkt)

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − three =