SPIONASE-NEWS.COM,- MEDAN – Setelah lebih dua tahun lebih ditangani oleh penyidik Polisi Militer , akhirnya kasus penganiayaan atau pemukulan wartawan media online akhirnya disidangkan, Rabu (10/7/ 2019).

Sidang perdana dalam kasus penganiayaan yang di lakukan oleh Pratu Resbin kepada salah seorang wartawan media online di hadiri oleh berbagai media dan saksi yang sekaligus juga terdakwa.

Perlu diketahui , bahwa korban Leo sembiring (29) mendapatkan penganiayaan oleh adik iparnya Pratu Resbin pada tangal 24 September 2016 sekitar pukul 01.30 pagi dini hari tepatnya dua tahun yang lalu , dimana terdakwa Pratu Resbin Sihotang yang dulunya anggota Yonzipur 17 Kodam Mulawarman datang ke kediaman Leo Sembiring dan langsung masuk ke kamar tidurnya.

Usai melakukan penganiayaan terhadap leo sembiring, terdawa juga sempat mengancam menggunakan sebilah pisau berupa sangkur kepada korban, dimana pada saat anak-anak korban menjerit ketakutan karena melihat ayahnya dianiaya oleh Resbin, sangkin takutnya terhadap aksi brutal Pratu Resbin Sihotang tersebut , Leo pun berontak untuk lepas dan berlari menyelamatkan diri.

Setelah dalam pelariannya, Leo menghubungi pihak keluarganya untuk meminta pertolongan, Leo pun kembali mendatangi kediamannya di tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di Jalan Pertanen Desa Tuntungan Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, namun situasi semakin memanas dan tak terkendali dikarenakan Pratu Resbin Sihotang yang datang bersama tiga orang saudaranya yang juga pecatan dari Yonkav 6 Medan dan Timbul semakin tak terkendali , melihat situasi yang tidak aman, Leo pun akhirnya memilih untuk pergi melaporkan kejadian tersebut ke Denpom 1/5 Medan dan diarahkam melakukan visum ke rumah sakit terdekat .

Setelah selasai melakukan visum di rumah sakit Peringadi Medan, Leo pun akhirnya kembali ke kediamannya di Desa Tuntungan, namun dirinya sangat kaget karena ketika kembali ke kediamannya , Ia tidak menemukan istri dan 3 orang anaknya yang masi balita, ungkap Leo Sembiring (Korban) .

Dalam sidang yang di pimpin oleh Hakim Ketua Letkol Chk Agus Husein, SH, MH, Hàkim angota 1 letkol Chk Sahrul , SH, Hakim anggota 2 Mayor Chk JM Siahaan ,SH , Panitera Peltu Ribut Budi Santoso, Hadir juga dari Oditur militer Mayor Darwin Hutahayan ,SH.

Ketua majelis hakim Letkol Chk Agus Husein ,SH,MH mengatakan bahwa persidangan ditunda dan di lanjutkan pada tanggal 18 July 2019 dalam agenda menunjukan bukti-bukti ke dalam persidangan.

Usai persidangan, Leo (korban) yang dimintai keterangannya mengatakan bahwa , dirinya sudah tidak tahu dimana keberadaan anak anaknya, setelah malam kejadian itu, Isteri dan anak saya dibawa oleh terdakwa pergi dari rumahnya, dan hal ini akan saya laporkan juga kasus ini ke Komnas Perlindungan Anak untuk mengusut tuntas dimana keberadaan isteri dan anak saya saat ini, “ sudah tiga tahun kami pisah bang , saya tidak tau dimana mereka”, kata Leo yang terisak-isak sedih

Dalam persidangan telah dihadirkan 4 saksi yakni Leo selaku korban , saksi Sulaiman , Benny, Kopda Nikmat, tapi keterangan saksi-saksi dipersidangan dibantah oleh terdakwa Pratu Rasbin Sihotang. Sidang kembali akan di lanjutkan minggu depan.

Usai sidang Pratu Resbin Sihotang menolak saat akan di wawancarai oleh beberapa awak media terkait sidang yang ia jalani.

Laporan : Agen Dj/Agen Saleh (Medan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + fourteen =