SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR – Oknum PLN berulah lagi, pembayaran rekening listrik untuk satu bulan di sunnat oleh karyawan PLN sendiri, sambil mengancam akan mencabut listrik di rumah Dg. Lawa, Senin 26 Agustus 2019.

Bermula ketika salah seorang pelanggan PLN bernama Ahmad Dg.Lawa yang beralamat di Jl. Rajawali 1, lrg. 13 dengan nomor pelanggan PLN : 321409123771, saat ingin membayar tagihan listriknya yang akan jatuh tempo, tiba-tiba di datangi oleh oknum PLN bernama Parman yang sering mencatat meteran listrik di wilayah Jalan Rajawali Lorong 13 Makassar.

Parman yang memang telah kenal akrab dengan pemilik rumah yaitu Ahmad Dg. lawa sempat menawarkan untuk dapat membayarkan tagihan Listrik bulan Juni 2019 dengan alasan bahwa dari pada Dg.Lawa ke kantor lagi dan antri di PLN, mending saya mi yang bayarkanki dulu, ujar Parman menyakinkan Dg. Lawa.

Akhirnya Dg.Lawa memberikan uang pembayaran listriknya sebanyak Rp. 822.390,- untuk pembayaran di bulan Juni 2019 kepada Parman di rumah Dg.Lawa saat itu juga.

Tapi tahu-tahunya uang yang sudah diterima Karyawan PLN tersebut, tidak di setor di loket resmi pembayaran PLN Rayon Matoangin Jalan Monginsidi Makassar, Kacab PLN Makassar yang Ingin di konfirmasi atas kasus ini, Kacab PLN lagi berada di Jakarta, kata stafnya.

Kasus ini terungkap ketika Dg. Lawa yang ingin membayar tagihan listriknya bulan Juli dan Agustus 2019, sempat di tolak di loket resmi PLN Rayong Matoangin karena rekening listrik Dg.Lawa yang tertera di layar komputer PLN, Sudah tertagih untuk tiga bulan yang belum di Bayar, kata seorang perempuan karyawan di bagian bayar loket PLN Rayong Matoangin, dan ancam akan menyuruh petugas mencabut Listrik di rumah Dg.Lawa hari itu juga.

“Saya sudah bayarmi satu bulan bu, janganki cabut listrikku kodong, saya orang susah dan saya sudah kasihki uangnya itu pak Parman yang biasa datang catat-catat meteran listrik di Rajawali, dan Saya hanya membawa uang sebanyak pembayaran untuk 2 bulan saja”, Kata Dg. Lawa memelas, sambil pulang mencari pinjaman, agar listrik di rumahnya tetap menyala.

Ketua LMR-RI Indonesia Timur Andi Idham J.Gaffar,SH.MH yang di hubungi media ini, untuk di mintai klarifikasi atas masalah yang di alami pelanggan PLN seperti Dg. Lawa ini, mengatakan sebaiknya Kacab PLN Makassar memberi teguran keras kepada karyawannya, kalau perlu di pecat, bayangkan kalau 100 pelanggan PLN yang dia ambil uangnya, seperti yang pernah terjadi di Perumnas Antang dan Toddopuli tahun 2008-2009 silam, dimana ratusan pelanggan PLN datang ke PLN memprotes listriknya di putus karena keterlambatan pembayaran, padahal mereka sudah bayar lunas di loket pembayaran PLN, Karena kasus ini dimainkan oleh oknum PLN juga ketika itu, Jelas Andi Idham.

Dan juga sebaiknya PLN Jangan suka menggertak Pelanggannya, bahwa setiap ada keterlambatan pembayaran, Pasti ancamannya pasti selalu ingin mencabut listrik pelanggannya, padahal tanpa pelanggan PLN tidak bisa menghidupi karyawannya, apalagi PLN di subsidi listriknya oleh negara, Jelas Pengacara dan Ketua LMR-RI.

Andi Idham berharap, PLN kedepan lebih profesional, Jangan hanya mementingkan profit, sampai lupa melayani rakyat atau pelanggan, apa lagi kalau terulang black Out listrik yang pemadamannya sampai ke pelosok kabupaten di Sulsel tanpa ada permintaan maaf ke publik, ada Undang-undang Perlindungan Konsumen no. 8 tahun 1999 yang mengatur hak konsumen, Jelas aktivis yang selalu membela rakyat kecil.

Laporan : Agen 008 HI (Mks)

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven − five =