SPIONASE-NEWS.COM.- PAREPARE – Belakangan sering beredar berita atau informasi yang cenderung bersifat hoax yang kerap memprovokasi, terutama melalui media social. Salah satu dampaknya ialah terpecahnya persatuan dan kesatuan masyarakat, bahkan hoax berpotensi menghancurkan sebuah bangsa, Parepare, Selasa (01/10/2019).

Menyikapi situasi tersebut, aliansi jurnalis dan bekerja sama dengan sejumlah pegiat literasi di Parepare melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik yang bertempat di Sweatness Café, Cempae, Kota Parepare Sulawesi selatan pada Sabtu 28 September 2019.

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari tersebut diikuti oleh sejumlah kalangan mahasiswa, pegiat literasi serta jurnalis. Kegiatan Pelatihan dibagi dalam tiga sesi dengan narasumber yang berbeda-beda.

Sesi pertama menghadirkan Abdillah yang adalah Pengurus AJI Kota Parepare dan mantan jurnalis di beberapa media nasional. Menarik bahwa sebelum menyampaikan materinya, Abdillah membukanya dengan membacakan sebuah puisi berjudul “Ajari Aku Independen”.

Ketika dikonfirmasi, Abdillah menjelaskan bahwa puisi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap eksistensi media dewasa ini yang kerap dimanfaatkan sebagai alat politik kelompok atau golongan tertentu, sehingga tidak lagi mengabdi kepada publik.

Lebih lanjut Abdillah berpesan agar para jurnalis harus memiliki integritas dan independensi. Menjadi jurnalis harus lahir dari diri sendiri, tidak boleh berangkat dari intervensi golongan tertentu. Menjadi jurnalis haruslah merupakan panggilan hati nurani.

Pada sesi kedua pelatihan, Fahuddin, seorang anggota dewan redaksi Pare Pos menyampaikan materi terkait “Dasar-dasar Jurnalistik”. Dalam uraiannya, ia menyampaikan secara detail tahapan-tahapan dari mencari berita, hingga mengolahnya menjadi sebuah karya jurnalistik, yang di antaranya memenuhi criteria 5W + 1H.

Di sesi ketiga atau terakhir, Ilham Mustamin, seorang pegiat literasi dan Kritikus Sastra, menjelaskan bagaimana penulisan narasi dan aspek sastra dalam sebuah karya jurnalistik.

Kegiatan yang berlangsung dengan lancer tersebut dipandu oleh moderator Ibra La Iman, seorang pegiat literasi dan pengusaha muda. Harapan ke depan, kegiatan ini dapat mencegah penyebaran berita bohong atau hoax.

Laporan : Agen Paulus T (Pare)

Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =