SPIONASE-NEWS.COM. – PAREPARE – Setelah sukses meraih peringkat ke-3 Debat Mahasiswa berbahasa Inggris di ajang bergengsi Jambore PAPKI, dua mahasiswi Akademi Keperawatan (AKPER) Fatima Parepare hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Wisuda dan Pengambilan Sumpah Perawat Angkatan XVI AKPER Fatima Parepare.

Direktur Akper Fatima Parepare, NS Nyenny Djenny Randa,S.Kep.M.Kes

Sejumlah 68 lulusan yang diwisuda dan diambil sumpahnya pada Sabtu (5/10/2019) kemarin, yang bertempat di Aula Restaurant Dinasty Kota Parepare.

Hadir dalam kegiatan wisuda tersebut pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Ali Isra, S.Kom., M.M Kasub Bag. Sistem Informasi dan Kerja Sama, para dosen dan staf AKPER fatima Parepare, sejumlah pejabat dari lingkungan pemerintah kota Parepare, organ Pimpinan dan anggota Yayasan Sentosa Ibu serta undangan dari sejumlah perwakilan institusi mitra kerja sama AKPER Fatima Parepare, dan para orangtua wisudawan wisudawati.

Orasi ilmiah yang disampaikan oleh kedua mahasiswi, yakni Adinda Lutvia Zalsabila Syam dan Theresia Anggun Pratiwi tersebut berjudul “Monkey Pox Emergency”, yang dipresentasikan dalam bahasa Inggris. Dalam orasi tersebut, keduanya menekankan pentingnya edukasi dan upaya pencegahan terhadap serangan virus cacar monyet yang saat ini sedang aktual di berbagai negara.

Penampilan keduanya, mempertegas bahwa AKPER Fatima merupakan perguruan tinggi kesehatan yang dapat bersaing, terutama di era revolusi industri 4.0 ini.

Dalam sambutannya, Direktur AKPER Fatima Parepare Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep., M.Kes., menegaskan pentingnya mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja yang penuh tantangan dewasa ini.

“Kita bersyukur bahwa era revolusi industry ini, porsi besar diberikan kepada kecakapan dalam hal kualifikasi kompetensi. Artinya, untuk masuk dunia kerja sekarang tidak lagi hanya melihat ijazah, dan atau latar belakang pendidikan, tetapi fokus pada ketrampilan kerja dan soft skill yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi dari lembaga yang kridibel.

Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa lulusan Vokasi Diploma III Keperawatan mudah dapat kerja, karena didukung oleh sertifikat kompetensi. Maka dari itu, untuk para lulusan, jangan ragu dan sungkan untuk terlibat dalam persaingan global, karena pendidikan kalian ditujukan untuk berkompetisi secara kompetensi,” ujar Yenny Randa yang menjabat direktur AKPER Fatima dua periode tersebut.

Dalam kesempatan wisuda tersebut, Ketua Yayasan Sentosa Ibu Dr. Antonius Sudirman, S.H., M.Hum., mengapresiasi dan bangga terhadap perkembangan dan prestasi AKPER Fatima Parepare, “Ini baru pertama kali dalam sejarah, saya menghadiri wisuda dimana orasi ilmiah diberikan oleh mahasiswa, dan itu disampaikan dalam bahasa inggris, Luar biasa!” ungkapnya bangga.

Lebih lanjut Anton Sudirman menawarkan apabila ada lulusan yang bersedia untuk mengabdi kepada AKPER Fatima Parepare sebagai dosen, Yayasan Sentosa Ibu siap memfasilitasi lulusan yang siap melanjutkan pendidikan hingga magister.

Pada kesempatan menyampaikan pesan Kepala LLDIKTI, Ali Isra menyampaikan rasa kagumnya dengan keseluruhan kegiatan wisuda yang di dalamnya menampilkan kualitas AKPER Fatima Parepare.

“Saya sebelumnya memeriksa profile AKPER Fatima Parepare di internet, saya lihat biasa-biasa saja. Tetapi setelah mengikuti kegiatan wisuda ini, saya menemukan bahwa AKPER Fatima Parepare ternyata bukan kampus yang biasa-biasa saja,” kata Ali Isra.

Ia menambahkan bahwa institusi AKPER Fatima Parepare harus terus maju dan membenahi diri untuk terus eksis, terutama dalam memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi. “LLDIKTI akan bersinergi bersama kampus-kampus untuk membangun budaya mutu,” ajaknya.

Seluruh kegiatan wisuda yang dimeriahkan oleh Paduan Suara dan atraksi Tarian 4 etnis dari mahasiswa AKPER Fatima Parepare berlangsung lancar dan hikmat.

Para orangtua wisudawan wisudawati mengaku puas dengan keberhasilan anak-anak mereka di AKPER Fatima Parepare. Semoga AKPER Fatima Parepare terus berkembang, terutama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, sebagaimana yang sedang diusahakan.

Laporan : Agen 077 PRM (Pare)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + ten =