SPIONASE-NEWS.COM.- PAREPARE – Dalam rangka percepatan pencegahan stunting melalui gerakan safe 1000 Hari Pertama Kehidupan, Pemerintah Daerah Kota (Pemkot) Parepare membangun mitra kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi bidang kesehatan yang tersebar di kota Parepare.

Kerja sama ini tampak dengan diadakannya rapat penyamaan persepsi antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Kota Parepare pada Rabu (16/10/2019) pukul 08.00 WITA.

Rapat yang melibatkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi antara lain Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadyah Parepare, Prodi Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes, Akademi Keperawatan Fatima Parepare, Akademi Kebidanan Andi Makkasau Parepare tersebut dilaksanakan di ruang Sekretariat Kota, Kantor Balaikota Parepare, jalan Jenderal Sudirman Parepare.

Rapat yang dimediasi oleh APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Komisariat Ajatappareng ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare H. Iwan Asaad, M.Si. Hadir dalam kesempatan tersebut, Dr. Syarifuddin Yusuf, M.Si selaku Ketua APTISI Komisariat Ajatappareng.

Dalam rapat yang cukup singkat tersebut, H. Iwan Asaad mengemukakan harapan Pemerintah Kota Parepare terhadap peran perguruan tinggi agar bersinergi dengan pemerintah dalam mengatasi stunting di Indonesia, khususnya di Kota Parepare.

Hal ini juga disampaikan dalam konteks Parepare sebagai kota yang menyandang penghargaan “Kota Sehat” hendak ditargetkan untuk menjadi kota percontohan untuk pencegahan stunting di Indonesia.

Ketika dimintai tanggapan oleh Media Online Nasional Spionase, Dr. Ns. Henrick Sampeangin, S.Kep., M.Kes., salah satu peserta perwakilan Akademi Keperawatan Fatima Parepare menyampaikan apresiasinya terhadap rencana pemerintah tersebut. “Rencana ini sebenarnya sudah dimulai sebelumnya melalui pembentukan tim SDGs oleh pemerintah Parepare yang melibatkan sejumlah dosen dan ahli dari beberapa perguruan tinggi.

Pertemuan hari ini untuk memantapkan agar segera ditindaklanjuti melalui upaya-upaya konkrit dalam penanganan Stunting. Salah satunya ialah dengan melahirkan kebijakan-kebijakan terkait, agar program ini dapat berjalan maksimal,” ujar doktor ilmu kesehatan masyarakat jebolan Universitas Hasanuddin tersebut.

Henrick Sampeangin juga menjelaskan bahwa tim stunting yang sudah dibentuk akan bekerja maksimal mewujudkan harapan Parepare sebagai kota percontohan. Semoga dengan rapat tersebut, program pencegahan stunting yang yang juga telah menjadi program nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut dapat terlaksana dengan baik dan menciptakan ibu hamil dan bayi sehat dan cerdas.

Dari sinilah indeks pembangunan manusia ke depan semakin meningkat bukan saja dalam hal kuantitas, tetapi juga kualitas. “Program ini harus dimulai dari gerakan safe 1000 Hari Pertama Kehidupan,” Tutup Henrick.

Laporan/Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × three =