SPIONASE-NEWS.COM, TAKALAR – Tudingan Markup anggaran pada SID Kabupaten Takalar, berbuntut panjang, Sukirman Mapparenta tantang LSM LAKSUS untuk membuka kasus dugaan korupsi ini ke Publik, Sabtu (19/10/2019).

Poto : Sukirman, Korlap Geospasial

Sistem Informasi Desa (SID) yang di danai oleh anggaran dana Desa tahun anggaran 2019 sebesar 29 juta rupiah perdesa, Koordinator lapangan program Geospasial Sukirman Mapparenta menantang LSM LAKSUS untuk memberikan informasi kepublik terkait tudingannya yang mengatakan kegitan SID yang dinilainya markup.

Sukirman Mapparenta mengatakan, Ansar selaku penggiat LSM LAKSUS sepertinya tidak mengetahui apa output kegiatan tersebut kemudian ia menyoroti begitu saja tanpa ada dasar yang ia miliki untuk mempermasalahkannya, Tegas Sukirman.

“Kalau pak Ansar (LSM LAKSUS) menyampaikan bahwa kegitan tersebut ada markup, maka ia seharusnya bisa menjelaskan dari segi manakah kegiatan tersebut dinilai ada markupnya dan apa data otentik yang di pegangnya?” Kata Sukirman.

Secara terpisah, direktur Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan (LAKSUS) Muhammad Ansar yang dikonfirmasi lewat whastapp terkait kegiatan sistem informasi desa di Kabupaten Takalar yang dinilainya di markup, tapi chat WA di balas oleh orang lain dengan jawaban “Ketinggalanki hpnya bapak, lupa dia bawa”, jelas orang tersebut, hingga saat ini belum ada jawaban dari Ansar sendiri karena susahnya di hubungi oleh Media ini.

Laporan : Agen 083 Subair (Tkl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 9 =