SPIONASE-NEWS.COM – BANTAENG – Situasi mencemaskan dialami penghuni Rumah Sakit Umum Dr. Anwar Makkatutu Bantaeng Provinsi Sulsel, lantaran terbelit hutang senilai 4 milyar lebih, Hutang tersebut dikarenakan penunggakan terhadap pembayaran obat oleh pihak rumah sakit.

RSU. dr.Anwar Makkatutu

Akibatnya, distribusi obat ke rumah sakit tersebut menjadi mandek, sementara stok obat mulai berkurang, Bantaeng, Kamis (24/10/2019).

Berikut penjelasan dr. Sultan, M.Kes ketika ditemui Media Online Nasional Spionase-News.Com di ruang kerjanya : “Terjadinya hutang Obat senilai 4 milyar lebih disebabkan karena BPJS yang kerja sama dengan Rumah Sakit Umum ini, karena baru membayar hanya 3 bulan yaitu Januari sampai dengan Maret dan bulan berikutnya, sampai sekarang belum terbayar juga.

Nah inilah yang membuat kami bingung makanya kami sebagai direksi Rumah Sakit Umum Dr. Anwar Makkatutu ini akan mengupayakan mengambil kredit di bank BPD agar dapat menalangi hutang tersebut, agar tidak menumpuk. Sebab BPJS yang diharapkan belum ada kabarnya,” Jelas dr. Sultan menunjuk kepada kinerja BPJS yang dinilai lamban.

Ketika ditemui di saat yang sama, bendahara RSU.Anwar Makatutu Bantaeng, Rina di ruang kerjanya menjelaskan bahwa telah terjadi penunggakan pembayaran oleh BPJS. “Kami mengutang karena pihak BPJS belum sama sekali membayar hanya baru 3 bulan.

Sebenarnya dalam perbulan itu setiap penyetoran dari BPJS pada kami sebesar 4 milyar lebih. Dan sekarang sudah bulan Oktober belum juga di bayar,” keluh Rina.

Ia juga menambahkan bahwa untuk sementara stok obat masih cukup, namun belum bisa order yang baru, apabila belum melunasi tunggakan pembayaran obat oleh BPJS. “Jadi kami merasa berutang pada pihak ketiga yang menangani obat. Kalau stok obat masih tetap tersedia karena yang terpakai itu tergantung jumlah pasien yang terdaftar di BPJS,” ucap Rina was-was.

Ibu Dillah Penanggung Jawab BPJS Bantaeng

Menghadapi situasi demikian, pihak Penangung jawab BPJS Bantaeng berjanji akan menyelesaikan hutang tersebut, “Memang benar kami dari pihak BPJS belum membayar dan sebab SCF (Soflae Finansial Cends) belum juga ada info dari pihak ketiga dan kami tetap berharap akan segera membayarkan, Janji Dillah

Makanya kami minta agar mengambil dana talangan pada pihak Rumah Sakit Umum Dr. Anwar Makkatutu untuk menyikapi hutang tersebut,” tambah Dillah pejabat BPJS setempat.

“Nanti setelah cair dana maka kami potong pembayarannya,” ungkapnya menjamin agar semua segera dapat diselesaikan”.

Salah seorang Pengamat Sosial di Banteang mengatakan bahwa Kondisi persoalan tersebut membuat BPJS Bantaen dipandang memiliki kinerja yang buruk.

Reporter : Agen Suarni
Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 5 =