SPIONASE-NEWS.COM – MAKASSAR – Sejumlah 56 peserta dari 26 Perguruan Tinggi wilayah Sulawesi mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Audit Mutu Internal Dokumen Penjaminan Mutu yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 9 Sulawesi. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, sejak Senin-Rabu (04-06/11/2019) tersebut dilaksanakan di Hotel Dalton Makassar.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat LLDIKTI Wilayah 9, antara lain Kepala LLDIKTI Wilayah 9 Sulawesi Prof. Dr. Jasruddin, M.Si., Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah 9 Dr. H. Lusman, M.M., Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Wilayah 9 Drs. Andi Lukman, M.Si., serta 4 narasumber yang terdiri dari 2 profesor dan 2 doktor.

Kegiatan ini menyasar pada sasaran utama yakni mencetak tenaga auditor internal bagi institusi Perguruan Tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan mutu perguruan tinggi. Keempat narasumber yang dihadirkan antara lain, Prof. Dr. Muhammad Nasir Hamzah, S.E., M.Si., Prof. Dr. Abdul Makhsud, DEA., Dr. Ir. Andi Asni, MP., Dr. Darwis, S.Pd., M.Pd. Hadir sebagai moderator yakni Abdul Razak, S.E., M.M.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan tersebut Prof. Jasruddin menegaskan agar kegiatan ini membuahkan hasil yang maksimal. “Semua peserta harus sudah punya dokumen SPMI paling lambat akhir tahun ini. Tolong ditindaklanjuti apakah 26 PT yang ini sudah melaksanakan atau belum setelah bimtek ini. Jika tidak melaksanakan audit mutu, akan diberikan sanksi, misalnya kuota beasiswanya dikurangi,” tegas Profesor ilmu Fisika tersebut.

Ia juga mengharapkan Perguruan Tinggi mampu menghasilkan output yang baik. “Jika outputnya baik, maka outcomenya juga baik. Dan di dalam dokumen mutu juga harus tergambar capaian visi-misi PT,” harap Prof. Jasruddin. Beliau juga menyinggung bahwa arah kebijakan Pendidikan Tinggi saat ini sudah dan akan terus berubah. Untuk itu, tekanan pada jaminan mutu Perguruan Tinggi sangat diutamakan dalam menghadapi perubahan. “Tidak boleh ada lagi Perguruan Tinggi (PT) yang saat ditanya asesor tentang SPMI, tidak bisa menjawab. Jika SPMI rendah maka akreditasi juga turun,” ungkap Prof. Jasruddin menambahkan.

Mantan Dekan pada Universitas Negeri Makassar tersebut mendorong agar pelatihan yang dilaksanakan ini harus sekali jalan dan selesai dengan menghasilkan apa yang menjadi sasaran, sehingga tidak perlu lagi ada pelatihan yang sama.

“Karena kinerja itu dikerjakan sekali dan selesai,” pungkas Prof. Jasruddin penuh harap.
Mengajak perguruan tinggi membenahi diri, Prof. Jasruddin membeberkan program unggulan Pemerintahan Jokowi saat ini antara lain meliputi 5 hal pokok:
1. Peningkatan mutu SDM
2. Pembangunan lanjutan Infrastruktur
3. Deregulasi
4. Debirokrasi
5. Manufaktur dan Jasa.

Ia berharap perguruan tinggi perlu diarahkan mendukung ke-5 bidang tersebut agar dapat berkembang baik. “Kita telah memasuki era kompetensi dimana untuk memasuki dunia kerja orang tidak lagi menggunakan standar ijazah, tetapi sertifikat kompetensi. Maka perguruan tinggi perlu mengedepankan capaian kompetensi peserta didiknya, yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.

Untuk hal ini, pendidikan vokasi baik akademi maupun politeknik lebih strategis daripada universitas,” ucap Prof. Jasruddin. Oleh karenanya sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah 9 Sulawesi, ia mendorong agar perguruan tinggi mengutamakan arah pendidikan ke ketrampilan vokasi, yang dapat dilakukan melalui perubahan kurikulum yang berbau vokasi. “Apapun program studinya, harus memasukkan Supporting Skill-nya,” tegas Prof. Jasruddin seraya membuka secara resmi kegiatan Bimtek AMI tersebut.

Kegiatan Bimtek AMI ini diharapkan dapat menghasilkan perubahan mutu perguruan tinggi. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Tampak suasana keakraban di antara narasumber dan para peserta bersama panitia semakin membuat kegiatan ini berjalan lancar dan berkualitas. Semoga ke depan, kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terrealisasi ke dalam perkembangan institusi perguruan tinggi.

Laporan/Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 4 =