SPIONASE-NEWS.COM,- TORAJA UTARA – Pemkab Toraja Utara yang dinahkodai Dr. Kalatiku Paembonan akan memberi perhatian meningkatkan Anggaran tidak terduga untuk siap siaga penanganan bencana di daerah ini.

Dr.Kalatiku Paembonan (Bupati Toraja Utara)

Kesiapan anggaran dana tak terduga di tahun 2020 untuk antisipasi penanganan bencana yang kemungkinan dapat terjadi seperti di Tahun 2019 dimana sejumlah Kecamatan terjadi musibah longsor, Kebakaran, Banjir dan Angin Puting Beliung serta Pohon Tumbang masing masing Kecamatan Rantebua, Balusu, Sesean Suloara, Tikala, Kesu, Tondon, Sa’dan, Sangalangi, Rindingngalo, Buntu Pepasan, Dempina, Rantepao.

Kepala BPBD Toraja Utara Alexander Tappang saat ditemui diruang kerjanya Selasa (12 /11/2019) mengatakan
sumber data yang dimiliki BPBD Toraja Utara di sejumlah Kecamatan Kabupaten Toraja Utara yang terjadi bencana sejak Januari hingga September Tahun 2019 tercatat 55 titik bencana longsor terjadi di Kelurahan/Lembang, Angin Puting Beliung dan pohon tumbang terjadi di14 titik dan 8 titik terjadi bencana kebakaran, sedangkan bencana banjir akibat sungai meluap terjadi di 3 titik membuat rumah warga terendam banjir.

“Untuk rumah warga korban musibah kebakaran dan Angin Puting beliung semuanya ini tidak pernah diakomodir karena keterbatasan dana, untuk itu dirinya berharap kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah bersama DPRD di tahun 2020 Alokasi dana tak terduga ditingkatkan untuk antisipasi bencana yang kemungkinan dapat terjadi didaerah ini, ” Harapnya.

Bupati Toraja Utara Dr.Kalatiku Paembonan saat ditemui disela-sela kegiatan Lounching di Pasele menuturkan, Tahun 2020 Pemda Fokus Infrastruktur pelestarian Lingkungan yang sangat dibutuhkan masyarakat di daerah ini.

Pihaknya melalui BPBD terus berupaya mengantisipasi lebih awal bencana alam yang kemungkinan dapat terjadi untuk itu daerah menyiapkan alokasi dana tidak terduga bencana lebih baik dan memadai ditahun 2020. ” sejalan dengan program pusat dalam rangka penanggulangan bencana paradigma beruba dari penanganan darurat atau tanggap darurat jadi pencegahan, Jelas Kalatiku.

Kata Dr Kalatiku, Kabupaten Toraja Fokus Infrastruktur pelestarian lingkungan yang reel dibutuhkan masyarakat daerah ini dalam penanganan dini bencana untuk mempermudah mobilitas, mobilisasi untuk kegiatan ekonomi dan sosial dalam kehidupan masyrakat yang lebih baik.

Kata Dr.Kalatiku, Dalam antispasi sedini mungkin resiko dampak bencana akan mengunakan dana desa, ” Tahun 2020 Saya mengarahkan pengunaaan ADD untuk lebih peduli kepada infrastruktur dan itu dimungkinkan dalam perda untuk siap siaga penanganan bencana, Tuturnya.

Seraya mengharapkan Kepada Kepala Lembang Lurah dan seluruh perangkat daerah terutama kecamatan selalu menguasai sedini mungkin untuk mengantisipasi lingkungannya dalam mengurangi resiko bencana yang kemungkinan dapat terjadi, Tutupnya.

Laporan : Agen Saldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × one =