SPIONASE-NEWS.COM,- GOWA – SMP Negeri 1 Pallangga Gowa yang berada di bilangan Kecamatan Pallangga merupakan salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Gowa Provinsi Sulsel, tapi tak di sangka, sekolah yang mengajarkan anak yang usianya tentang perdamaian dan persaudaraan ketika beranjak remaja ini malah membuat halaman belakang sekolah menjadi tempat “Pembantaian Sahabat atau teman sekolahnya sendiri”.

Hal ini terjadi di hari pas lagi proses belajar mengajar di sekolah unggulan menengah pertama di Gowa itu, Selasa jam.08.00 pagi (19/11/2019).

Salah seorang siswa yang yang bernama Muh.Rofi Bintang Alam atau yang biasa di sapa dengan nama Bintang, tiba-tiba di beri bogem mentah oleh teman sekolahnya yang bergaya ” Preman”, Pelaku yang mengajak keluar kelas sebelum Pemukulan ini yang di ketahui bernama Takbir dan Fikran.

Bintang yang coba di ambil keterangannya, mengatakan bahwa “Sebelumnya beberapa pelaku mengajak ia (Korban) untuk diajak keluar kelas untuk menemui seorang temannya yang sejak dulu menunggu di sebuah tempat, teman yang ngajak ini bernama Fikran dan Takbir yang dimana beberapa pelaku berada di posisi lokasi sementara menunggu di suatu tempat sepi di belakang sekolah SMP Negeri 1 Pallangga Gowa”, ungkapnya.

Lanjutnya, Dan setibanya ia (korban) di belakang sekolah, Korban Bintang lalu bertanya mana temanku”, yang kamu katakan lagi mencari saya, jelas Bintang.

Akan tetapi malah di tempat lapangan kosong belakang sekolah sudah menunggu anak-anak sekitaran 10 orang yang di pimpin Nasril alias ‘Punggawa’ bosnya Takbir dan Fikran yang di duga kesemua siswa ini memang sudah menunggu korban dan sudah di rencanakan sebelumnya untuk mengeroyok korban Bintang, Ujar orang tua korban ke wartawan media nasional online Spionase-news.com.

“Tanpa basa-basi seseorang bernama Nasril atau di kenal dengan nama akrabnya “Punggawa” langsung memberi korban bogem mentah ke wajah kiri korban dan akhirnya terjadi lebam hitam di bawah mata korban, karena tidak tahu akan di pukul atau dianiaya, korbanpun langsung jatuh terkapar dan duduk kesakitan, dan akhirnya di keroyoklah beramai-ramai oleh teman pelaku Nasril yang ada di lokasi Tempat Kejadian Perkara”, Jelas Bintang (korban).

Setelah kejadian pemukulan dan pengeroyokan ini terjadi siswa bintang di tinggalkan di TKP sendirian dengan tidak ada yg membantu atau menolong siswa tersebut.

Setibanya ia (korban) di kelasnya, teman-teman kelasnya sempat menanyakan lebam hitam di wajah korban, akan tetapi korban sempat takut kalau guru atau kepala sekolah tahu, bahwa ia habis di keroyok kelas lain di sekolah tersebut, akan tetapi akhirnya teman kelas Bintang ada yang mengetahui dan kasus di laporkan atau di sampaikan ke Wali kelasnya yang bernama Pak Mustafa.

Namun ironinya setelah di tangani oleh Guru Wali kelas dan guru BK Sekolah SMP Negeri 1 Pallangga Gowa, ternyata Muh.Rofi Bintang Alam (Korban) dan Pelaku hanya di damaikan biasa saja, Tanpa ada sanksi hukum untuk para Pelaku Penganiayaan dan pengeroyokan, dan anehnya lagi, sejak kejadian ini, pihak sekolah tidak pula memberitahukan atau menyampaikan kepada pihak keluarga atau orang tua Korban maupun orang tua para Pelaku untuk menasehati anaknya agar kasus seperti ini jangan terulang lagi, Ungkap Orang tua korban.

Sehubungan dengan ” Siswa di Bogem Mentah”, dan menjadi Viral di medsos, orang tua korban tidak menerima kejadian ini dan dianggap kasus biasa dan hanya damai begitu saja tanpa ada sanksi efek jera di berikan kepada pelaku penganiayaan dan pengeroyokan ini.

Yang jelas saya sebagai orang Tua dari siswa Muh. Rofi Bintang Alam sangat keberatan dan akan membawa persoalan ini ke ranah Hukum, dan kasus ni juga saya akan laporkan keberatan ke Dinas Pendidikan Kab.Gowa dan Dewan Pendidikan dan Pengawasan Pendidikan Gowa agar pihak pendidik utamanya Kepala Sekolah dan guru-guru SMP negeri 1 Pallangga Kab.Gowa lebih fokus mendidik anak-anak atau siswa dalam tenggang rasa, tolong menolong dan saling menjaga silaturahim, bukan malah membiarkan siswanya membentuk kelompok atau Genk di dalam sekolah tersebut, dan hal ini Kepala sekolah harus ikut bertanggung jawab, karena kasus ini adalah kegagalan pihak sekolah dalam membina, mendidik dan mengawasi siswanya sendiri, untung saja anak saya masih hidup, bagaimana kalau sampai anak saya meninggal di keroyok, siapa yang akan mau bertanggung jawab, tutur Sofyan Syam dengan nada kesal yang tinggi.

Sejak berita ini di naikkan, pihak kelurga korban (Bintang) sudah membawa anaknya Bintang untuk di visum ke rumah sakit dan orang tua korban sudah melakukan pelaporan penganiayaan dan pengeroyokan ke polisi untuk di tindak lanjuti secara hukum yang berlaku di negeri ini.

Laporan : Agen DJ 079

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − five =