SPIONASE-NEWS.COM, – PEKANBARU – Dalam program presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia, presiden mengenjot pembangunan inprastruktur seluruh indonesia, Salah satu pembangunan tersebut adalah jalur Tol Pekan baru – Dumai.

Akibat pembangunan jalan tol daerah Kandis Riau Siak, seorang warga yang viral di fb, menangis histeris karena tidak terima lahan perkebunannya di eksekusi pemerintah oleh aparat keamanan yang ratusan turun ke lapangan untuk mengeksekusi lahan warga Kandis di km 82.

Ester Lumban Batu salah satu masyarakat Kandis di km 82 (Riau) Kabupaten Siak yang Viral di media sosial Facebook.

Ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan mengatasi permasalahan lahan kelapa sawit mereka akibat pembangunan jalan tol, jalur Kandis – Duri (Riau)
karena fakta dilapangan berbeda dengan keputusan pengadilan Siak Riau, ungkapnya.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar masyarakat di berikan dengan ganti untung, bukan ganti rugi…!!! Ungkapnya sambil menangis.

Jokowi beberapa waktu lalu di media berulangkali menekankan, apabila ada tanah masyarakat ada ditengah – tengah lahan BUMN atau swasta yang sengketa, Apabila masyarakat itu sudah puluhan tahun tinggal disitu.

Harus di Serahkan pada masyarakat….! Presiden Jokowi menekankan …Apabila BUMN dan swasta tidak memberikan hak masyarakat sesuai harapan presiden.

Maka Konsekwensinya Presiden menekankan pada Aparat hukum untuk mencabut ijin BUMN dan Swasta tersebut.

“ Hal inilah membuat ibu Ester Lumbanbatu merasa di bodohi oknum aparat”.

“Mereka mengatakan lahan mereka itu milik Ceproon yang dulunya caltex”.

Yang membuat ibu itu jengkel, kenapa mereka bisa memiliki Setifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) jika lahan ini milik ceproon…? ada apa dengan RT /RW setempat dan Lurah – Camat Kandis sampai BPN Siak…?

Ibu Ester Menyatakan …Saya tahu Presiden Jokowi orang baik tidak seperti mereka-mereka dibawah ini,” ujar seorang ibu yang anaknya serta keluarganya butuh tempat tinggal dan penghidupan.

Dikutip dari wahanaindonesia.com dan akun Facebook Ricanda Boyna, Kamis (28/11/2019).

Dalam akun berdurasi 2,3 menit itu, Ia mengatakan, bahwa dirinya hanya di berikan janji-janji palsu. “18 ribu nilai sertifikat tanah saya,” tutur ibu itu bercucuran air mata.

Ia menerangkan, bahwa dia memiliki luas tanah sebanyak 5 hektar. “Saya bilang, saya tidak menuntut banyak, apa yang diputuskan pengadilan negeri saya siap.”

“Saya hanya ingin menuntut hak saya, itu saja, tapi semuanya pembohongan,” ucapnya.

Ia berharap, Presiden Jokowi memperhatikan kondisi masyarakat desa Kandis kabupaten Siak

“Harga tanah kami, lebih mahal tempe, dan bakso, sudah sertifikat tanah saya tapi cuman 18 ribu,” tutur nya di hadapan aparat kepolisian.

Ia menyebut, bahwa dulunya mengurus sertifikat tidak murah. “Sudah melakukan berbagai upaya, tidak pernah diajak mufakat masyarakat, pihak mereka langsung menentukan harga, tanah ibu sekian, bila terima, terima-tidak, tidak,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, banyak masyarakat yang tidak bisa berbuat apa-apa, karena tidak memiliki pengetahuan, tapi kami bodoh soal hukum, ini lah yang terjadi.

“Liat pak Jokowi, harus seperti inikah perbuatan mereka, saya ini bukan penjahat yang di kelilingi polisi,” tutupnya.

Laporan : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + 16 =