SPIONASE-NEWS.COM,– PAREPARE – Sebagai wujud ungkapan rasa toleransi yang besar terhadap mahasiswa beragama Islam, Akademi Keperawatan Fatima Parepare menggelar kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (30/11/2019) berlokasi di Ruang Aula AKPER Fatima Parepare.

Perayaan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan AKPER fatima Parepare, mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan AKPER Fatima Parepare.

Perayaan yang dikoordinir oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan Ns. Yenny Djeny Randa, S.Kep., M.Kes., bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) AKPER Fatima Parepare tersebut juga mengundang sejumlah utusan dari beberapa sekolah SMA di sekitar Kota Parepare.

Perayaan ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dan hingga saat ini telah memasuki perayaan yang ke-18 tahun sejak awal AKPER berdiri.

Dalam sambutannya, Direktur AKPER Fatima Parepare Dr. Ns. Henrick Sampeangin, S.Kep., M.Kes., mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang hadir dan mengapresiasi kerja mahasiswa di bawah bimbingan bagian Kemahasiswaan.

Ia mengajak agar sesuai dengan tema Maulid Nabi, para mahasiswa dapat mengimplementasikan Kompetensi, Kreatifitasnya untuk berkembang.

“Solidaritas ini bagian dari inovasi dalam aspek psikososial. Outputnya dari psikososial. Itu yang mau kita bangun di AKPER yang heterogen ini. Ketika kita mulai solid, di situ kita harus bersikap rendah hati.

Hasil dari perayaan ini ialah kreatifitas dan inovatif mahasiswa, misalnya dalam kompetisi PKM Mahasiswa. Tantangan sudah menunggu. Jika kita ingin mengubah dunia, kita pertama-tama harus mengubah diri sendiri,” demikian ujar Henrick Sampeangin.

Lebih lanjut ia menambahkan, “Berinovasi bisa mulai dari hal kecil,” tutupnya.

Dalam kesempatan memberikan ceramah, Drs. H. Muhammad Tang Salewa, M.Pd.I., mengajak agar umat Islam perlu memahami makna dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya ialah memahami sejarah dan riwayat hidup Nabi Muhammad tersebut.

“Maulid itu mengenang kelahiran Muhammad SAW, bentuk kecintaan kita umat Islam pada beliau. Minimal umat Islam perlu tahu sejarahnya sedikit.

Paling tidak tahu siapa itu Nabi Muhammad. Peringatan ini salah satu cara kita mencintai Nabi Muhammad dan melaksanakan perintahnya,” seru Muh. Tang yang juga Dosen Agama Islam AKPER Fatima Parepare tersebut.

Muh. Tang juga menyampaikan pesan-pesan suci Al Qur’an, tentang perbuatan kebajikan seperti memperingati Maulid akan membawa pahala.

Perayaan ini juga perlu diimplementasikan ke dalam kehidupan konkrit. “Bagaimana mengaplikasikan sikap baik dalam kehidupan setiap hari. Seperti sikap jujur, tanggungjawab.

Sumber pelajaran bukan hanya buku saat ini, tetapi juga bisa didapat di internet. Maka itu perlu bijaksana dalam menggunakan internet,” ingat Drs. Muh. Tang menyinggung pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia.

“Kemajuan teknologi juga bisa merusak jika digunakan secara negatif. IPTEK bisa buat orang jauh dari keluarga, dan jauh dari kampus.

Nabi Muhammad punya sifat terpercaya. Ini harus dicontohi, Para mahasiswa harus sungguh-sungguh belajar dengan baik dan tidak salahgunakan amanah dari orangtua,” ajak Muh Tang lagi.

Ia juga berpesan agar jangan sampai memiliki akhlak yang buruk, terutama tindakan korupsi. Warga masyarakat, khususnya umat Islam harus menjauhi korupsi.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berlangsung dengan khidmad, di samping disuguhi dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, juga dilaksanakan pembagian hadiah lomba menghias “pohon Burasa” yang juga diikuti oleh alumni AKPER Fatima Parepare.

Perayaan ini tampak sangat menarik justru karena dirayakan di lingkungan Perguruan Tinggi yang berada di bawah Yayasan Katolik, Yayasan Sentosa Ibu Keuskupan Agung Makassar.

Perguruan tinggi Katolik yang sangat sarat dengan rasa toleransi umat beragama. Di Perguruan tinggi ini, terdaftar kurang lebih 78% mahasiswa beragama Islam, selebihnya beragama Katolik, Protestan dan Hindu.

Walaupun demikian suasana kekeluargaan dan persaudaraan di antara civitas akademika AKPER Fatima Parepare sangat kuat dan mendukung suasana akademik. Itulah sebabnya, institusi AKPER Fatima Parepare pantas masuk dalam kategori Perguruan Tinggi dengan Tingkat Toleransi tertinggi di Sulawesi.

Semoga ke depan, apa yang tercermin di dalam institusi ini, dapat menginspirasi bangsa Indonesia, bahwa perbedaan agama, bukanlah halangan untuk dapat membangun kehidupan bersama yang harmonis.

Laporan : Paulus Tandi
Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 3 =