SPIONASE-NEWS.COM,– PAREPARE – Beberapa hari belakangan ini Kota Parepare diramaikan dengan kasus sejumlah pekerja petugad kebersihan yang telah 9 bulan lamanya bekerja tetapi belum digaji oleh Dinas Kebersihan DLH Kota Parepare, Selasa (10/12/2019).

Salah seorang Tokoh pemuda Parepare yang dimintai tanggapannya atas kasus ini, mengatakan bahwa Pahlawan Adipura seakan di campakkan oleh tuannya sendiri, karena dianggap hanya buruh dan orang kecil yang tidak dianggap sama sekali oleh Bosnya, dalam hal ini Walikota Parepare.

Andi Idham J. Gaffar, SH (Ketua VI Prespus LMR-RI)

Kok tega-teganya ya Pemkot Parepare dan DPRD melihat Petugas DLH Dinas Kebersihan ini dengan gaji yang sudah kecil dan tidak cukup buat hidup mereka, eh di tunda lagi pembayarannya, dimana rasa keadilan dan perikemanusiannya Walikota melihat kasus ini yang membuat terkatung-katung para andalan kebersihannya, kalau perlu LMR-RI siap pasang badan dan membela petugas kebersihan ini, kata Andi Idham J. Gaffar,SH (Ketua VI Prespus LMR-RI).

Kasus ini bahkan telah menjadi viral di berbagai media di Indonesia, Bahkan diberitakan bahwa sejumlah tenaga kerja kebersihan tersebut terpaksa harus mencari biaya tambahan hidup untuk menghidupi keluarganya dengan menjadi pemulung dan Ojek online.

Suatu pemandangan yang sangat ironis di sebuah kota Adipura yang kemajuannya kerap dibanggakan oleh Walikotanya, tapi kenyataannya membuat kelaparan petugas kebersihannya sendiri.

Hal ini menimbulkan polemik di kalangan masyarakat dan awak media, apa gerangan yang sedang terjadi di lingkungan DLH Dinas Kebersihan Kota Parepare.

Kenyataan tersebut menjadi peristiwa yang tragis jika dihubungkan dengan peran para petugas kebersihan tersebut yang tidak lepas dari suksesnya Kota Parepare tempat kelahiran BJ Habibie ini meraih Adipura beberapa kali.

Buntut dari permasalahan tersebut, hari ini, Selasa (10/12/2019) pukul 07.30 WITA, para pekerja kebersihan tersebut melakukan aksi demo unjuk rasa dengan memboikot Kantor DLH Dinas Kebersihan Kota Parepare yang beralamat di Lapadde, Parepare pagi tadi.

Para Petugas kebersihan tersebut menutup dengan menggembok pintu gerbang Kantor DLH Dinas Kebersihan Kota Parepare.

Bahkan situasi di depan kantor tersebut sempat terjadi kericuhan, namun dapat dikendalikan oleh petugas keamanan dari Polresta Parepare.

Kasus ini menjadi buah bibir berbagai pihak, termasuk menjadi salah satu agenda pembahasan di komisi III DPRD Kota Parepare.

Sayangnya bahwa, persoalan ini justeru belum menemukan penyelesaian yang memuaskan hak-hak para pekerja kebersihan tersebut.

Semoga kasus ini dapat segera terselesaikan demi menjaga kredibilitas dinas Kebersihan DLH Kota Parepare, dan demi keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Laporan : Agen Jumardin
Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 3 =