SPIONASE-NEWS.COM ,- TORAJA UTARA – Dua Kabupaten daerah Pariwisata Yakni Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja di serang longsor Akibat hujan deras menguyur diwilayah tersebut, Kamis (02/02/2020).

Daerah pariwisata andalan Sulawesi selatan yang terjadi longsor di Poros Rantepao-Pangala tepatnya di Lembang Sereale, Kecamatan Tikala, Toraja Utara, badan jalan amblas Selasa, 31 Desember 2019.

Camat Tikala, Yonatal, membenarkan selasa malam, membenarkan terjadi bencana alam (Longsor) hingga membuat badan jalan amblas hingga kendaraan tidak bisa melintas.

Amblasnya jalan akibat hujan lebat yang melanda wilayah Tikala dan sekitarnya pada Selasa siang hingga sore.
“Sama sekali tidak bisa dilewati, karena badan jalan amblas semua,” kata Yonatal.

Lanjut Yonatal, karena badan jalan amblas maka orang yang bepergian dari Rantepao ke Kapala Pitu atau Pangala, Rindingallo, mencari untuk memilih jalur jalan yang lain.

Sementara itu , Kepala BPBD Toraja Utara Alexander Tappang menuturkan Staf BPBD sudah turun ke lokasi longsor dan Material longsor sangat besar jadi harus menggunakan exca. “Kami sudah koordinasi dengan pihak PU Propinsi tadi pagi dan sudah mulai di benahi karna ada 3 titik longsor di poros sereale-kepe.

Sudah ada pemilik exca yg dihubungi. rencana besok mobilisasi alat ke lokasi, Ujar Akexander Tappang.

Secara terpisah, Di beberapa titik juga terjadi longsor pada wilayah Tana Toraja Rabu, 1 Januari 2020 . Hal itu terungkap melalui data
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polres Tana Toraja mencatat ada empat titik longsor yang mengancam rumah warga dan menutupi akses jalan umum.

Tanah longsor yang terjadi di Dusun Pongbatik, Lembang Buttu Limbong Kecamatan Bittuang menerjang tiga rumah warga setempat. Beruntung, material longsor tidak membuat tiga unit rumah milik Natalias Massa, Joni, dan Ferawaty Bunna’, mengalami kerusakan berat.

“Tiga rumah mengalami kerusakan ringan. Dinding rumah dan perabot rumah tangga rusak,” Ungkap Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andi Lolo, Kamis, 2 Januari 2020.

Sementara Kapolsek Saluputti, AKP Martinus Pararuk, melaporkan ada tiga lokasi longsor terjadi di wilayahnya. Longsor pertama terjadi di jalan poros Palian-Se’seng Kecamatan Bittuang.

Kemudian di Palli Kelurahan Malimbong Kecamatan Malimbong Balepe. Yang ketiga terjadi di jalan poros Malimbong-Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe. Ucapnya

Kata AKP Martinus mengatakan pada Kamis, 2 Januari 2020, aparat Polsek Saluputti bersama sekitar 30 orang warga bergotong royong membersihkan materil longsor yang menutupi jalan poros Palian-Se’seng Kecamatan Bittuang.

Selama lebih kurang 3 jam proses pembersihan materil longsor dilakukan, hasilnya adalah materil longsor berupa bebatuan gunung, tanah dan serpihan pepohonan yang menutupi jalan poros Palian-Se’seng dapat dibersihkan, akses jalan sudah dapat dilalui oleh kendaraan.

Sementara itu, material longsor yang menutupi akses jalan di di Palli Kelurahan Malimbong Kecamatan Malimbong Balepe dan di jalan poros Malimbong-Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe kabupaten Toraja Utara, belum dapat dibersihkan.

Laporan : Agen Saldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × one =