SPIONASE-NEWS.COM,- KUTACANE – Gonjang-ganjing soal berita miring pengadaan itik petelur yang tengah ramai menghiasi media sosial maupun media online, ternyata hanya isapan jempol belaka.

Bahkan anggapan sebagian besar kalangan warga di Aceh Tenggara (Agara) yang menilai program Bupati dan Wabup itu sangat berpotensi untuk tidak berkembang di wilayah tersebut, perlu dikaji ulang.

Demikian disampaikan Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Aceh Tenggara, Mat Budiaman SPdI, kepada media ini, Senin (06/01/2020).

Mat Budiaman (Ketua LAKI)

Ia juga meminta masyarakat, untuk tidak terlalu cepat menilai jelek sebuah program Pemerintah. Apalagi program tersebut sangat menyentuh dengan persendian ekonomi rakyat.

“Jika kita telisik, lahirnya program Pemerintah itu berdasarkan usulan masyarakat, kan tidak mungkin kita salahkan masyarakat, seharusnya sebagai bangsa yang cerdas kita harus melihat, bahwa semua program Pemerintah harus kita dukung dan mengawasi secara bersama, agar program itu bisa diimplementasikan dengan baik,” harap Mat Budiaman.

Program pengadaan itik petelur oleh pemerintah, memiliki potensi berkembang dan memiliki prospek yang sangat baik, terlebih untuk membuka peluang dunia usaha baru di kabupaten berjuluk Negeri Sepakat Segenep ini.

“Kita ketahui bersama, beberapa kebutuhan pokok di Aceh Tenggara selama ini sangat bergantung pada daerah lain. Bahkan, untuk setingkat telur ayam saja kita harus datangkan dari Medan-Sumatera Utara, ini kan memilukan. Padahal daerah kita ini termasuk zona pertanian di Aceh,” tukasnya.

Oleh sebab itu tambahnya, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang sedang diupayakan oleh Bupati dan Wabup Agara, dengan program pengadaan itik petelur, dengan harapan untuk telur itik tidak lagi di datangkan dari luar, jika bisa nantinya diupayakan Agara bisa menjadi produsen.

“Guna menyukseskan program ini, mari kita dorong Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, untuk membuka seluas-luasnya akses bagi para peternak itik petelur ini, seperti, pengadaan pakan itik, kita menginginkan Pemerintah bisa memberikan subsidi silang ke peternak itik, agar para peternak unggas petelur itu tidak mengalami kendala,” usul Budiaman.

Terlebih katanya, belum lama ini Bank Aceh Syariah sudah membuka peluang kepada peternak itik, untuk memberikan bantuan permodalan kepada masing-masing peternak, yang akan mendapatkan bantuan modal tambahan sebanyak Rp 5 juta rupiah. Jelas ini sangat membantu dan meringankan beban para peternak itik, kata Mat Budiaman, seraya meminta masyarakat Aceh Tenggara agar tidak mudah terhasut oleh isu miring seputar pengadaan itik petelur ini.

“Seharusnya seluruh elemen masyarakat Agara mendukung program ini, dengan harapan, akan muncul pengusaha baru dari program tersebut, sehingga mampu memberikan berbagai manfaat yang baik untuk kesejateraan masyarakat Agara kedepannya,” pungkas Mat Budiaman mengakhiri tanggapannya.

Laporan : Agen Mti/ril

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + nine =