SPIONASE-NEWS.COM, – TAKALAR – Dampak Abrasi, Himpunan Pelajar Mahasiswa Galesong (HPMG) Tuntut Transparansi Dokumen Penerima Anggaran CSR dan Pajak Perusahaan, Desa Tamasongo Galesong Utara Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (13/1/2020).

UU nomor 14 tahun 2008 tentang sistem keterbukaan informasi publik adalah hak setiap warga negara. Dokumen daftar penerima anggaran tersebut belum transparan secara keseluruhan.

Setelah tambang pasir laut Galesong selesai tentunya beberapa perusahaan sudah melakukan tanggung jawabnya untuk membayar pajak dan menganggarkan CSR kepada pemerintah daerah sebagai bentuk pencegahan pengrusakan lingkungan.

Warga pesisir Galesong sudah merasakan dampak dari tambang pasir laut tersebut yaitu Abrasi, namun belum ada pencegahan jangka panjang dari pemerintah setempat selaku penerima pajak dan Corporate Aocial Responsibility (CSR).

Beberapa lembaga dan individu mengeluarkan sumbangan untuk warga yang terkena dampak abrasi sebagai bentuk pencegahan.

Muhammad Arfick kader HPMG dan pemuda desa Tamasongo Galesong utara mempertanyakan pajak tambang pasir laut Galesong dan anggaran CSR kemana ?

Bantuan berupa karung dan bahan lainnya bukan pencegahan jangka panjang.

“Harusnya pemerintah lebih proaktif dalam mengambil langkah pencegahan.

Kami menganggap hal seperti ini sangat di sayangkan anggaran pajak perusahaan dan tanggungjawab sosial lingkungan sampai saat ini belum dapat di ketahui secara keseluruhan, pemerintah dalam hal ini harus lebih memperhatikan masyarakat bukan beli mobil operasional dan bagi- bagi sembako,” tegas Muhammad Arfick kader HPMG.

Laporan : Agen Subair

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 13 =