SPIONASE-NEWS.COM,- ENREKANG – Banjir bandang kembali terjadi yang kedua kalinya di Perumahan Kukku Kelurahan Lewaja, Kabupaten Enrekang, pukul 18.30 wita sore, pada 20 Januari 2020, menyebabkan kurang lebih dua ratus kepala keluarga terjebak di Perumahan Kukku.

Tim Sar dan sejumlah tenaga bantuan segera melakukan evakuasi korban, termasuk di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, Dandim, Kapolres, ketua DPRD, wartawan Media Online Nasional Spionase-News.Com Biro Enrekang, dan sejumlah jajaran pemerintah, bahkan masyarakat Enrekang.

Kadis Kesehatan segera instruksikan semua mobil ambulance yang ada di kecamatan untuk dikerahkan evakuasi korban ke RSU Massenrempulu Kabupaten Enrekang Provinsi Sulsel, Selasa (21/1/2020).

Kronologi kejadian banjir datang secara tiba-tiba, dan warga saat itu belum sempat beraktifitas di dapur. Untuk mengurangi beban masyarakat, pemerintah dan masyarakat setempat antusias membantu dengan menyalurkan nasi bungkus, mie instan, kopi panas, teh panas yang disiapkan di lokasi posko darurat bantuan korban banjir bandang, di RSU, rumah-rumah jabatan terdekat.

Pantauan wartawan Spionase, tidak ada korban meninggal, namun akibat banjir bandang banyak barang-barang warga masyarakat korban yang hanyut dan beberapa motor, mobil yang terseret banjir.

“Pemerintah telah menyediakan posko terpadu yang akan memberikan informasi dan bantuan evakuasi bagi korban banjir, sehingga stakeholder terkait dan juga masyarakat dapat bergerak memberikan bantuan.

Luar biasa peran masyarakat sangat besar.,” ungkap Dandim Enrekang Letkol inf. Utyu Samsul Komar, saat ditemui Media Online Nasional Spionase-News.Com.

“Evakuasi dapat berjalan baik, Prioritas adalah orangtua dan bayi, Banjir ini sifatnya dadakan, sehingga penghuni rumah belum sempat keluar saat terjadi banjir. Kurang lebih ada sekitar 200-an rumah terdampak banjir,” lanjut Dandim.

Sementara itu Bupati Enrekang menjelaskan, “Mau diapa, harus bertindak karena menyangkut nyawa.

Ini pelajaran besar bagi pemerintah, karena sudah kedua kalinya, kemarin kita belum punya keyakinan bahwa akan terjadi banjir. Ini teguran Tuhan untuk kita berpikir, berbuat mengatasi masalah ini,” ujar Bupati Enrekang H. Muslimin Bando.

Saat ditemui di lokasi kejadian, Wakil Bupati Asman, SE mengungkapkan terima kasihnya yang besar kepada semua pihak yang sudah turut serta membantu evakuasi korban. “Seluruh masyarakat kita bahi-membahu mengevakuasi korban. Kita sudah berusaha membuat jembatan dan tanggul agar di musim hujan dapat menangkal banjir, ternyata hal itu tidak menjawab persoalan.

Besok kita langsung tinjau ke hulu untuk mencari solusi-solusi yang bisa dilakukan menanggulangi bencana. Harapan ke depan tidak terjadi lagi,” demikian disampaikan Wakil Bupati Enrekang.

Pemerintah berjanji akan terus memantau perkembangan situasi setelah banjir bandang tersebut.

Laporan : Agen M. Syafar Sakarong

Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − fourteen =