SPIONASE-NEWS.COM, – MAKASSAR – Alumni UKI Paulus angkat bicara terkait insiden puluhan mahasiswa yang dikenakan sanksi DO yang fatal di UKI Paulus, Minggu (26/01/2020)

Jatuhnya korban DO ini bermula oleh aksi demonstrasi yang menyikapi tentang aturan ORMAWA di depan kampus. Sehingga Rektor UKI Paulus diniliai secara sembrono mengeluarkan Surat Keputusan.

“Saya sangat menyayangkan sikap rektor UKI Paulus Makassar atas dikeluarkannya SK Rektor atas pemecatan puluhan mahasiswa tanpa alasan yang jelas, harapan kami kepada lembaga aspiratif dan seluruh mahasiswa untuk menggalang dukungan dari semua elemen mahasiswa dan alumni siap mengawal,” ujar Sinyo Batosakke selaku Presma UKIP 2009-2010.

Alumni UKI Paulus Makassar turut mencium aroma fasis itu semenjak puluhan mahasiswa di DO dan menyayangkan pemecatan terhadap puluhan mahasiswa.

“Pemecatan itu bukan solusi, hal ini seperti menyuramkan masa depan mahasiswa dan tidak memanusiakan manusia. Saya bahkan pernah menduduki rektorat sewaktu menjabat sebagai presma, namun semua bisa diselesaikan dengan baik tanpa reaksi yang berlebihan seperti pemecatan,” lanjut Frans Bore Sampepadang selaku Presma UKIP 2006-2007

Beberapa alumni siap menyatakan mendukung mahasiswa untuk menolak SK Rektor nomor 006/SK/UKIP.02/2020, diantaranya :
Frans Bore Sampepadang – Presma UKIP 2006-2007
Budi Rante – Ketua HMM UKIP 2007-2008
Sinyo Batosakke – Presma UKIP 2009-2010
Siswanto – Ketua BEM FE UKIP 2010-2011
Amos Randa Linggi – Ketua BEM FE 2009-2010
Asmady Djasman – Ketua Himatika UKIP 2009-2010
Alfius Pasodung – Ketua HMM UKIP 2009-2010
Ferbryanto Padatuan – Ketua HMM UKIP 2015-2016
Yosea Salbin – Ketua HME 2009-2010

Atas insiden SK DO ini, ada 3 fakultas yang menjadi korban. Fakutas Teknik, Ekonomi, dan Hukum.

Laporan : Agen 054 MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 4 =