SPIONASE-NEWS.COM, – BONE – Setalah lama tidak di grebek oleh Polda Sulsel, Belakangan marak dan muncul lagi penambangan liar (ilegal) yang beroperasi di wilayah Bone.

Truck yang lagi pengisian kerikil dan pasir

Tambang liar dan ilegal ini tanpa perijinan yang jelas. Hal tersebut dapat menimbulkan persoalan besar dampak lingkungan yang dapat mengancam kelestarian lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Hasil investigasi Ketua Badan Khusus LMR-RI (BKSO) WASPAMOPS, A. Sumange Alam beberapa waktu lalu yang di teruskan ke Kompartemen Investigasi & Monitoring LMR-RI Presidium Pusat di Jakarta. Mengatakan “Dari hasil investigasi di lapangan, mengenai tambang liar yang beroperasi di Pattiro, Kecamatan Sibulue,
ada 3 tambang yang beroperasi, yang tidak memiliki ijin sama sekali,” ungkap Sumange membeberkan, saat ditemui Spionase-News.Com pada Sabtu (01/02/2020), di kediamannya.

Andi Sumange juga menambahkan secara detail keberadaan tambang tersebut dengan identitas pemiliknya dan di duga tidak punya izin (IUP), “Di antaranya, tambang Empat lima – lima (455) atas nama Pandi, tambang atas nama Alang, dan tambang atas nama Andu,” lanjut Sumange.

Sumange meminta aparat penegak hukum secepatnya menindak para pelaku pemilik tambang Galian C ilegal tersebut.

Sedangkan Idham J. Gaffar, SH. MH Ketua Investigasi & Monitoring LMR-RI Presidium Pusat di Jakarta yang juga di minta komentarnya, angkat bicara, Idham mengatakan bahwa Hal tersebut juga mengacu pada aturan undang undang yang termasuk dalam kategori pertambangan batuan, Selain IUP, pengelola tambang wajib mematuhi ketentuan UU 32/2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan lingkungan Hidup dalam pelaksanaannya.

Ia pun mengutip ketentuan pidana pelanggaran UU 4/2009, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar, Jelas Pengacara yang aktivis Lingkungan ini.

“Idham melalui LMR-RI meminta Dinas ESDM Provinsi Sulsel, Dinas Pertambangan Kabupaten Bone dan aparat hukum Polres Bone serta Polda Sulsel, segera menindak tegas perusak Lingkungan ini, yang hanya membuat kantongnya tebal, tanpa memikirkan dampak lingkungan di kemudian hari nantinya, bagaimana alam tidak murka sehingga terjadi banjir, tzunami, angin puting beliung, karena alam sudah muak. murka dengan manusia yang selalu melanggar dan merusak alam, Ungkapnya.

Ia berharap Aparat hukum dan bupati Bone Dr Andi Fahsar M. Padjalangi tidak tutup mata akan pelanggaran tambang dan lingkungan hidup ini di kota beradat yang makin menjamur, dan saya rasa pemerintah Bone sangat faham betul tentang bagaimana menghargai dan menghormati alam.

Lanjut Idham, agar pemerintah dan aparat hukum di Bone dan Sulsel segera mengambil tindakan untuk menutup tambang ilegal tersebut, sebelum kami mengambil langkah yang lebih tegas lagi.

Diduga tambang-tambang tersebut telah lama beroperasi tanpa izin. Untuk itu segera diselidiki, guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat, ujarnya.

Laporan : Agen Irwan/Agen Ismail
Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + 8 =