SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR – Perkembangan pembangunan Infrastruktur saat ini sangat berdampak pada peningkatan dan pengelolaan Sumber daya Alam, dalam rangka pemenuhan jumlah proyek seperti tambang pasir dan biji batuan terkadang para pelaku usaha mengabaikan dampak kerusakan oleh lingkungan sekitar, Kamis (13/02/2020).

Gerakan Pemuda Intelektual (GPI )Sulsel melakukan Aksi demonstrasi Di kantor DPRD dan Kantor Gubernur Sulsel terkait dugaan tambang Ilegal yang ada di Kabupaten Enrekang menduga kurangnya perhatian pemerintah terhadap dalam pengelolaan sumber daya alam yang diakibatkan kerusakan lingkungan yang dihasilkan dari Tambang ilegal tersebut yang tidak tertibnya administrasi pelaku usaha tambang tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi temuan Gerakan Pemuda Intelektual (GPI) Sulsel dalam perda Kabupaten Enrekang Nomor 14 tahun 2011 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW ) Daerah tambang yang beroperasi saat Ini yang beroperasi di Kecamatan Maiwa, Baroko dan Cendana tidak termasuk kawasan yang diperuntukan sebagai kawan tambang dari ketidak sesuaian ruang dipastikan kerusakan lingkungan semakin Massif.

Jendral Lapangan Aksi Doni Elyoena.S mengatakan dalam pernyataan sikap dalam orasinya bahwa dari puluhan lokasi tambang di kabupaten Enrekang ada dugaan tambang ilegal yang masih beroperasi di Kabupaten Enrekang.

Kami menyatakan sikap untuk :

1. Agar pihak Pemprov sulsel dan Pemda Kabupaten Enrekang untuk menutup tambang yang tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Enrekang.

2. Mendesak Pihak DPRD untuk segera membuat Pansus.

3. Stop Keluarkan Izin Tambang di Kabupaten Enrekang.Harap Para Demonstran GPI Sulsel.

Laporan : Agen 054 MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =