SPIONASE-NEWS.COM, – ENREKANG – Telah tercatat dalam sejarah bahwa Himpunan Mahasiswa Islam HMI yang didirikan di Yogyakarta tanggal 5 Februari 1947 diprakarsai oleh prof. Drs Lafran Pane telah berkontribusi besar terhadap Negara Republik Indonesia. Di samping menyebarkan ajaran Islam, juga turut berjuang melawan agresi Belanda. Sehingga mampu menghadapi berbagai permasalahan baik politik kebangsaan juga krisis ekonomi dan pendidikan.

Tekad maksimal terus dilaksanakan sehingga tahun 1964 – 1965 membubarkan Masyumi dan GPII sehingga PKI merasa terancam. Tanggal 25 oktober 1965 oleh PB HMI, Mar’ie Muhammad membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI), dengan dua tugas pokok yakni, mengamankan pancasila, dan bersama ABRI membubarkan Gestapu/PKI.

HMI juga menjadi pelopor lahirnya Orde Baru tahun 1966 – 1968.

HMI turut serta menciptakan suasana aman, situasi dan iklim yang kondusif, serta memberikan konsep-konsep dalam berbagai aspek pemikiran demi terlaksananya pembangunan bangsa.

Organisasi yang memuat dimensi ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan kemahasiswaan ini diharapkan memiliki ideologi berpikir dan nilai yang mampu menggerakkan baik kelompok maupun individu, di tengah carut marutnya situasi abad 21. Era globalisasi menjadi ancaman, sehingga butuh pondasi yang kuat yakni menyiapkan diri secara matang, intelektual dan spiritual. Tidak terjebak ego sektoral berada di ruang struktural.

Organisasi ini sangat mempertahankan independensi dan objektivitas sebagai kader, untuk membentuk pola pikir dan sikap mengaktualisasikan tujuan organisasi serta memiliki kesadaran etis yang harus ditanam dalam diri untuk berhadapan dengan berbagai permasalahan.

Belajar dari sejara berdirinya, serta apa yang telah dilakukan terhadap bangsa ini, kita tetap optimis HMI cabang Enrekang mampu melakukan yang terbaik untuk Massenrempulu. Selagi disediakan ruang dan kesempatan untuk berinteraksi inovatif, idealis, kreatif untuk melakukan kajian ilmiah tentang sumber daya lokal demi kemajuan masa datang.

HMI diharapkan memiliki sikap tanggap menghadapi persoalan, cerdas mengambil keputusan dengan mengedepankan nilai keislaman. menjadi mediasi komplik, agar tidak terjadi demonstrasi massa sebagai penghambat kelangsungan pembangunan.

Bijaksana dalam tindakan untuk mengungkap sebuah kebenaran, tanpa ada intervensi kekuasaan. Penampakan gerakan di atas dapat menimbulkan kepercayaan HMI akan besar di mata publik, terutama di lingkungan masyarakat Massenrempulu.

Penulis : Muskiman Haning adalah Ketua DPC. APDESI Kab. ENREKANG, Aktivis HMI era 1980-an, Kepala Desa Tiga Periode.

Laporan : Agen Syafar Sakarong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 1 =