SPIONASE-NEWS.COM,- PASAMAN BARAT – Pasca Aksi demostrasi yang di lakukan anggota KSU plasma 374 air bangis pada tanggal 11 maret 2020 yang di sebapkan oleh keresahan anggota plasma yang tidak menerima hasil lebih kurang selama 6 bulan, Jumat (20/03/2020).

Tidak hanya anggota yang tergabung di dalam koperasi air bangis semesta 374 ratusan masyarakat juga ikut melakukan aksi solidaritas menujukkan keresahan yang sering terjadi dan berulang di lakukan oleh pengurus hasil panen sering mandet atau tidak keluar dalam durasi pendek, Seminggu pasca aksi dilakukan oleh anggota plasma 374 salah satu tuntutan masa aksi agar hasil panen di bagikan ke anggota plasma 374 air bangis.

Bertepatan pada kamis 19 maret 2020 anggota plasma 374 menerima kembali hasil panen kebun sawit 374 sebanyak enam ratus ribu rupiah yang selama kurang lebih enam bulan belum diterima.

Yudia Warman mengungkapkan kepada pihak media, ” kita bersyukur salah satu tuntutan anggota KSU 374 telah di wujudkan oleh pengurus dan kita juga menyaksikan raut wajah kegembiraan masyarakat anggota plasma pada hari ini.”

Ini menjadi pertanyaan bagi kita bersama, setelah di desak baru di keluarkan, kenapa tidak dari kemarin di bagikan kepada anggota, apakah harus seperti ini di dedak dahulu baru di keluarkan.

“Semakin kesini anggota semakin mempertanyakan data dari hasil panen yang di lakukan oleh pengurus, Yudia juga menegaskan, ” pengurus hari ini jelas sudah tidak layak.

Dan perlu adanya pembenahan di dalam tubuh pengurus kapan perlu rombak secara keseluruhan agar anggota KSU merasa nyaman dan anggota merasa sama-sama di untungkan, kalo begini kan masyarakat bertanya-tanya dan merasa hanya pengurus yang di rasa anggota mendapat keuntungan.

“Bagaimanapun juga titik persoalan tidak berhenti sampai disini kita menginginkan pengurus yang profesional dalam mengelola koperasi ini dan transparan kepada anggota dengan berpedoman kepada aturan berkoperasi yang baik.

“Maka kita berharap kepada pengurus pembagian hasil plasma hari ini bukan dalam rangka untuk mengakali supaya tidak hadir dalam pertemuan yang difasilatsi oleh Pemda Pasaman Barat pada hari jumat tanggal 20 maret 2020.

Kita juga mengingatkan kepada pemda agar lebih arif dalam menyelesaian persoalan masyarakat sehingga tidak terjadi konflik horizontal d tengah tengah masyarakat kami.

“Kita ingin pengurus yang becus mengurus koperasi makanya nanti kita berharap KSU ini di audit oleh akuntan publik dan meminta untuk dilakukan pergantian pengurus yang baru dalam rangka perbaikan pengelolaan yang lebih transparan.

Terakhir Yudia menghimbau kepada masyarakat agar tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab apalagi yang tidak jelas sumber beritanya seperti selebaran kaleng yang tak jelas sumber dan pertanggung jawabannya.

Laporan : Agen Fikri H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 1 =