SPIONASE-NEWS.COM, – OPINI – Salsadilla Rahim Mahasiswi Universitas Muslim Indonesia Fakultas Sastra Jurusan Ilmu Komunikasi meberikan tanggapan terkait kuliah online memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Makassar Sulawesi Selatan.

Salsadillah Rahim

Mahasiswi Asal Morowali Sulawesi Tengah ini mengungkapkan lewat tulisan kekurangan dan keuntungan kuliah online melawan Covid-19.

Untuk mencegah penyebaran covid-19, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia khususnya perguruan tinggi di Makassar menerapkan sistem belajar mengajar dengan metode online, kuliah online bisa dikatakan menguntungkan namun dapat pula dikatakan kurang efektif.

Pada sisi keuntungan kuliah online diantaranya:

1. Lebih fleksibel, dapat dikerjakan dimana saja kapan saja dan walaupun sedang melakukan apa saja.

2. Hemat, bagi seorang mahasiswa perantau hal ini sedikit menguntungkan dirinya sebab ia hanya perlu kuota internet untuk kuliah, berbeda ketika harus kuliah tatap muka sebab ia perlu menyisihkan sebagian dari uang jajannya untuk biaya transportasi ke kampus.

3. Bagi mahasiswa perantau bisa berkumpul dengan keluarga yang mungkin saja sangat dirindukan.

Disamping itu, ada pula sisi yang kurang efektif dari kuliah online tersebut :

1. Koneksi internet yang buruk, baik dosen maupun mahasiswa tidak semua memiliki koneksi internet yang kualitasnya baik, gangguan yang dialami seperti, audio yang kurang jelas, visual yang tiba-tiba hilang dan hal tersebut sangat menggangu proses belajar mengajar.

2. Banyak dosen yang kurang memahami bagaimana sebenarnya kuliah online tersebut.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri sebagai mahasiswi cukup kewalahan sebab ada beberapa dosen yang justru menggantikan metode belajar mengajar dengan tugas yang banyak.

Hal ini dapat dikatakan melenceng, kuliah tujuannya adalah mentransfer ilmu dari dosen ke mahasiswa (i) sehingga mahasiswa (i) dapat memahami apa yang diberikan oleh dosen.

Namun sayang, tidak semua dosen memahami bagaimana kuliah online itu? sehingga pada akhirnya yang awalnya adalah kuliah online menjadi tugas online.

3. Mahasiswa(i) dituntut untuk lebih ekstra memahami, jika kuliah tatap muka saja mahasiswa perlu pemahaman ekstra, bagaimana dengan kuliah online? harus lebih lebih ekstra memahami.

Pada intinya menurut saya perkuliahan dengan sistem online ini hanya menjadi alternatif bukan untuk reguler serta perlu banyak evaluasi keberlanjutan, namun pada sisi keuntungan dan kekurangan kuliah online demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut itu kembali kepada pribadi masing-masing untuk menyimpulkan.

Penulis : Salsadilla Rahim (Mahasiswi Universitas Muslim Indonesia Fakultas Sastra Jurusan Ilmu Komunikasi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 1 =