SPIONASE-NEWS.COM,- ENREKANG – Sebagai tindakan pencegahan Pandemi Covid-19, Wabah Virus yang mudah menjangkiti manusia Posko Relawan di bangun 31 Maret 2020 lalu di Desa Mekkala, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Sebagaimana yang dilakukan hampir semua Desa di Kabupaten Enrekang, Pembangunan Posko tersebut adalah edukasi bagi semua masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Wabah Virus Corona, Kamis (16/04/2020)

Irwan selaku kordinator relawan yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah Desa dan disetujui oleh Masyarakat serta Pemuda, mengatakan bahwa langkah ini kita lakukan tidak lain semata-mata untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

“Sudah (17 hari) kami melakukan penjagaan Posko untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Desa Mekkala secara khusus dan masyarakat Enrekang secara umum bisa aman dari Covid-19 ini, tak apa lagi karena Kabupaten Enrekang sudah dinyatakan zona merah,” bebernya.

Lanjut Irwan, “Dalam langkah pencegahan ini tentu tidak terlepas dari partisipasi dan kerja sama semua elemen masyarakat, semoga kita semua tidak ada yang terpapar dan mudah-mudahan pandemi ini cepat hilang dan masyarakat dapat menyambut bulan Suci Ramadhan tanpa khawatir dengan ancaman penyakit yang mudah menyebar tersebut.

“Kami juga sangat berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dapat memberi perhatian khusus untuk relawan di setiap posko, dan turun memberi semangat dan kebutuhan-kebutuhan pencegahan dan suplemen untuk menjaga kesehatan para relawan yang seringkali tidak tidur dalam waktu 24 jam demi menjaga pintu masuk setiap Desa dari Wabah Virus ini tutup Irwan yang merupakan mahasiswa semester akhir Unismuh Makassar.

Febriansyah yang merupakan mahasiswa dan pemuda dari desa Mekkala juga mengatakan, untuk setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah kami harapkan dapat dibarengi dengan edukasi atau sosialisasi agar masyarakat Kabupaten Enrekang dapat memahami dan mudah menjalangkannya, bukan hanya sekedar himbauan.

“Pemerintah harus tanggap saya kira, Seperti masa isolasi mandiri (14 hari) yang diberlakukan kepada setiap masyarakat yang pulang dari luar daerah yang terjangkit, tentu itu dilakukan bukan untuk memenjarakan namun hal itu dilakukan agar keluarga dan kerabat-kerbat yang kita sayangi terhindar dari resiko paparan Covid-19, tapi banyak yang tidak mengindahkan hal tersebut karena tidak paham model hingga metodenya,” tutup Ketua PP-HPMM Periode 2019-2021 tersebut.

Laporan : Agen 094 As

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + 16 =