SPIONASE-NEWS.COM, – PAREPARE –Perkembangan jumlah pasien akibat wabah virus Covid-19 makin bertambah di sejumlah daerah di Indonesia, terutama di Kota Makassar yang tidak jauh dari kota Parepare. Menghadapi situasi tersebut, jajaran pimpinan daerah Kota Parepare melaksanakan rapat koordinasi pimpinan daerah, guna membahas upaya-upaya percepatan pencegahan dan penanganan pandemik Corona Virus Disease Covid-19, Senin (21/4/2020).

Rapat tersebut yang dilaksanakan bertempat di Gedung Baruga Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Parepare Jalan Lasiming Kelurahan Lapadde Kecamatan Ujung, Kota Parepare.

Rapat yang dimulai pukul 11.20 Wita ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting antara lain Dr. H.M. Taufan Pawe, S.H., M.H (Walikota Parepare), Letkol Kav Ali Syahputra Siregar, S.H., M.H (Dandim 1405/Mlts), AKBP Budi Susanto, S,I.K (Kapolres Parepare), Amir Syarifuddi, S.H.,M.H (Kajari Kota Parepare), Iwan Asaad,AP.M.Si (Sekda Kota Parepare), H. Rahmat Syamsul Alam (Wakil Ketua DPRD Kota Parepare), Hj. Sitti Aminah Amin (Asisten 1 Pemkot Parepare), H. Abdul Gaffar, S.Ag.MA (Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Parepare), Letkol Cpm Hermanto SH.M.Si (Dandenpom Parepare), Kompol Sapari (Danyon Brimob B Parepare), Kapten Inf Agus S (Pasi Intel Kodim 1405/Mlts), Para Pimpinan SKPD Kota Parepare), Para Camat se Kota Parepare.

Walikota Parepare, dalam sambutannya menyampaikan himbauan untuk bersama-sama memutuskan mata rantai perkembangan virus Covid-19 di tengah masyarakat.

“Kegiatan kita yang paling mendasar saat ini, bagaimana kita mencermati kondisi yang ada di masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di Wilayah Kota Parepare,” ujar Dr. H.M. Taufan Pawe.

Taufan Pawe juga menyampaikan apresiasi terhadap TNI/POLRI dan Unsur terkait dari pemkot yang sampai saat ini masih sangat maksimal dalam melaksanakan pemeriksaan di 3 Posko perbatasan dan juga pencegahan penyemprotan disinfektan “door to door”.

“Menghadapi bulan suci Rhomadan, tingkat kesadaran masyarakat Kota Parepare belum optimal, karena masih ada yang melihat wabah virus covid-19 hanya sebagai asumsi atau sesuai selerah masing-masing bahkan terkadang keluar dari ucapan mosi tidak percaya,” tambah Taufan Pawe prihatin terhadap perilaku masyarakat.

“Harapan kita sebagai alat pemerintah dalam hal ini Forkopimda dan jajaran, yang selama ini kita telah berupayah menghimbau bekerja sesuai dengan protokoler, SOP dan menerapkan Sosial Distancing serta Pshycal Distancing namun masih ada oknum masyarakat yang menganggap hal tersebut hal yang biasa,” jelasnya lebih lanjut.

“Mari kita menyikapi dengan adanya sekelompok orang yang masih memaksakan kehendak untuk melaksanakan sholat Jumat, padahal sudah jelas himbauan pemerintah pusat, Pemkot dan MUI agar tidak ada Kumpul yang melibatkan orang banyak apalagi tidak sesuai dengan SOP,” sesal Taufan Pawe.

Para Pimpinan Forkopimda mengharapkan ke depan tidak terjadi lagi hal yang demikian, dan bersama turun ke lapangan sebagai Fungsi mengayomi masyarakat, memberi pemahaman, namun apabila mengalami kendala, maka aparat akan bertindak tegas untuk membubarkan massa yang masih berkumpul.

Dalam rapat ini juga disepakati agar Kementerian Agama Kota Parepare untuk tidak ragu bertindak, cabut surat ijin berkotbah apabila tidak patuh, serta laporkan ke Pihak yang berwajib, serta menghimbau untuk mematuhi pesan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Menjelang bulan Rhomadan kita juga melihat kondisi ekonomi masyarakat Parepare, kita akan launching pasar murah di empat kecamatan, dan melibatkan TNI dan Polri dalam pengawasan untuk meminalisir pelanggaran termasuk yang di Posko perhatikan logistik rekan kita di lapangan,” demikian pesan Taufan Pawe di akhir pertemuan yang berakhir pada pukul 13.30 Wita tersebut.

Laporan : Agen Jumardin
Editor : Agen 077 PRM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × two =