SPIONASE-NEWS.COM,- BONE – Pembangunan Desa yang menggunakan Dana Desa melalui Program yang di cetuskan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo agar menjadi motivasi pembangun desa dan memberikan Pembangunan dan Kesejateraan rakyat di Desa menuai sorotan masyarakat di salah satu Desa di Kabupaten Bone, Senin (27/4/2020).

Pekerjaan Jalan setapak Paving Blok tidak rampung dikerjakan

Pembangunan Jalan Setapak (Paving Blok) di Desa Lampoko yang berada di Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, di Protes warga desa Lampoko Kabupaten Bone pada Minggu lalu.

Hal ini terjadi tepatnya Minggu 19 April 2020, Tim Investigasi media ini, mendapatkan laporan proyek Dana desa yang bermasalah dan ironinya ini terjadi pas di depan kantor Desa Lampoko Kec. barebbo Kabupaten Bone.

Tim Investigasi media ini yang tepat berada pada lokasi proyek bermasalah ini, menemukan di lapangan Proyek Jalan Setapak tepatnya dilapangan desa Lampoko Pekerjaan Proyek Jalan Setapak yang menggunakan Paving Blok tidak diselesaikan 100 %, sedangkan proyek Jalan setapak ini yang menggunkan anggaran Rp. 219.356.000,- dari dana APBDesa tahun 2019 tidak di selesaikan.

Pekerjaan yang volumenya 408 x 1,6 Meter tersebut yang dilaksanakan oleh Kasi Kesra TP. Pengadaan Barang dan Jasa dengan cara pelaksanaan dengan metode Swakelola dan Padat Karya Tunai oleh desa Lampoko.

Dimana di temukan di ujung pekerjaan hanya kelihatan pembesian dan paving blok yang berserakan dan juga pasir urug yang tidak digunakan dan berantakan. Tim Investigasi media ini sempat mengambil gambar dan juga sempat mendatangi Kepala Desa Lampoko untuk mengklarifikasi Pekerjaan proyek yang menjadi Sorotan masyarakat Lampoko tersebut.

Tapi Kepala Desa Lampoko yang sempat di tanyakan atas Proyek Jalan Setapak tersebut, dengan santainya mengatakan bahwa oh… Jalan itu rusak karena habis di lalui mobil yang bawa jagung, katanya Usman, S. Pd dengan mantap.

Bagaimana mungkin, mobil pembawa jagung bisa sampai ke pinggir jalan dan merusak jalan setapak itu, sedangkan pekerjaan jalan setapak paving blok memang dari dulu tidak pernah selesai di kerjakan dan memang belum rampung seratus persen, ungkap salah seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan.

Aktivis Anti Korupsi Firman A.Prawiro,SH yang juga sebagai pemerhati sosial utamanya menyangkut penggunaan Dana Desa, mengatakan bahwa sebaiknya pihak kejaksaan ataupun Tipikor Polres turun memeriksa bobroknya penggunaan Dana Desa di Kabupaten Bone, dan siapapun yang terlibat agar diseret ke Meja hijau, tegas pengacara muda ini.

Sejak berita ini di naikkan, belum ada klarifikasi dari pihak Pemkab Bone utamanya Pemerintahan Desa yang menaungi anggaran Dana Desa, serta pihak aparat hukum belum ada tindakan yang konkrit untuk memeriksa pihak terkait, utamanya Kades Lampoko di Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone.

Laporan : Agen 069 Firman

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + 11 =