SPIONASE-NEWS.COM,- ACEH – DPR Aceh dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, bertempat pengawasan dan pencegahan covid19 di Ruang Serbaguna DPR Aceh mengelar rapat, Senin (4/5/2020).

Dalam rapat tersebut, perwakilan dari Pemerintah Aceh dipimpin oleh Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes dengan membawa serta Asisten I. Sekda Aceh dan para Kepala SKPA terkait. Dari Satgas Covid-19 DPR Aceh juga dihadiri oleh tiga Wakil Ketua DPR Aceh, H. Dalimi, SE.Ak, Hendra Budian, SH dan Safarauddin, S.Sos,.M.S.P beserta 15 (lima belas) Anggota Satgas Covid-19 DPR Aceh.

Dalam rapat tersebut, Satgas Covid-19 DPR Aceh menetapkan kesimpulan sebagai berikut,Posisi Paduka Yang Mulia Wali Naggroe Aceh dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dalam Struktur Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Pemerintah Aceh sebagai Wakil Ketua harus mendapat pertimbangan kembali untuk ditinjau ulang oleh Pemerintah Aceh.

Perlunya peningkatan koordinasi antara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Pemerintah Aceh dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Kabupaten/Kota yang saat ini masih belum berjalan optimal.
Pengelolaan lnformasi yang tepat dan benar serta penggunaan bahasa yang gamblang menyangkut pemberitaan perkembangan penanganan Covid-19 di Aceh sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran di kalangan masyarakat.

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh meminta kepada Pemerintah Aceh setiap adanya penyaluran bantuan kepada masyarakat hendaknya melibatkan unsur dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Pemeriksaan di wilayah perbatasan pintu keluar masuk Provinsi Aceh harus segera diperketat dengan melakukan koordinasi terpadu dengan seluruh elemen terkait.

Penanganan mantan para narapidana yang dilepaskan pada masa pandemi Covid-19 harus ada jalan keluar sehingga bisa meminimalisir kasus kriminalitas di Aceh.
Koordinasi Pemerintah Aceh dengan pihak lmigrasi menyangkut jumlah Warga Negara Asing yang masih berada dalam wilayah Provinsi Aceh.

Masih belum meratanya pendistribusian bantuan bahan pokok dari Pemerintah Aceh kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di Aceh.
Penyaluran bantuan bahan pokok ta hap ke-2 harus dikaji ulang jika data masyarakat yang terkena dampak Covid- 19 di lapangan belum benar-benar akurat.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Pemerintah Aceh telah melakukan pengawasan dan menambah personil di beberapa pintu masuk perbatasan Aceh sebagai upaya pencegahan masuknya orang dari dan keluar Aceh.
Terhadap penyediaan alat Rapid Test untuk wilayah perbatasan dan Kabupaten/Kota lainnya sudah dipersiapkan 10.000 yang disiapkan ofeh Dinas Kesehatan Aceh dan telah meminta bantuan kepada Pemerintah Pusat (Kemenkes RI) sebanyak 15.000 lagi yang direncanakan sampai pada hari Senin, tanggal 04 Mei 2020.

Terhadap kasus pasien Covid-19 yang ditempatkan 2 orang dalam 1 kamar di RSUDZA, dilakukan karena banyaknya pasien yang masuk secara bersamaan dan pada saat itu jumlah kamar khusus untuk pasien Covid-19 masih terbatas tetapi prosedur penanganannya sudah sesuai SOP Covid-19 dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Pemerintah Aceh dalam waktu dua minggu ke depan sudah menambah 8 kamar lagi.

Pencairan Dana dan penyaluran bantuan dilakukan sesuai SOP dan setelah mendapat persetujuan BPKP, lnspektorat, Polri, Tipikor dan Kejati.

Pemerintah Aceh memastikan harga barang normal menjelang Lebaran dengan koordinasi lebih baik dengan pihak terkait dan agar mengadakan pasar murah.

Laporan : Agen Mti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × three =