SPIONASE-NEWS.COM,- TORAJA UTARA – Pembagian bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur Aspirasi yang dilakukan anggota Dewan Komisi X DPR RI, Eva Stevany Rataba kepada 23 ribu siswa di kabupaten Toraja Utara untuk kepentingan politik dan menguntungkan paslon Rindu, itu tidak benar.

Hal itu dibantah oleh Eva Steveny Rataba melalui Kuasa Hukumnya, Jhody Paman’tan, SH, pada gelar konferensi pers di kantor DPC Partai Nasdem Toraja Utara, Sabtu (24/10/2020).

Jhody Paman’tan, SH menjelaskan, bahwa pelaksanaan program PIP dari aspirasi anggota DPR RI komisi X Eva Stevani Rataba di kabupaten Toraja Utara untuk kepentingan politik dan menguntungkan paslon Rindu, hal itu tidak benar.

Kemendikbudlah yang menetapkan jumlah siswa, nama siswa dan asal sekolah yang menerimanya, dan semua siswa penerima program PIP mulai SD, SMP, SMA dan SMK, berdasarkan data Dapodik siswa yang di input oleh masing-masing sekolah di Toraja Utara, Ucapnya.

Kata Jhody menambahkan, Program PIP yang menjadi aspirasi anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Nasdem Eva Stevani Rataba. Dasar hukumnya jelas yaitu mengacu kepada keputusan Menteri Pendidikan Nomor :10 Tahun 2020 .

Ibu Stevani Rataba sebagai anggota DPR RI dari Komisi X bidang Pendidikan hanya menjembatani program PIP tersebut melalui jalur aspirasi dengan memperjuangkan sekitar 23 ribu siswa SD, SMP, SMA, SMK di Toraja Utara.

Lanjut Jhody, “Program ini melalui Dua Jalur yakni jalur regular (yang diusulkan oleh Disdik Kab/Kota atau provinsi dan jalur pemangku kepentingan (termasuk aspirasi anggota komisi X DPR RI Sebagai Mitra kerja kementerian pendidikan).

“Untuk jalur reguler menyasar siswa pemengang kartu PKH, sedangkan Jalur Aspirasi itu menyasar peserta didik diluar PKH, Ini merupakan aspirasi ibu Eva selaku anggota DPR RI Komisi X melalui kemendikbud, Ungkapnya.

Penerima beasiswa terse but merupakan masyarakat pra sejahtera yang belum tersentuh program keluarga Harapan (PKH) maupun yang belum pernah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ataupun PIP regular dari pendataan melalui Dinas pendidikan’, Tuturnya lagi.

Menurut Jhody, Tidak beralasan sama sekali bilamana data dan penerima dana program PIP dikatakan menguntungkan salah satu paslon. ” Jika ada pihak- pihak yang mempersoalkan tentang penyaluran PIP atau ada pihak yang merasa keberatan tentang penyaluranya PIP yang dilakukan oleh anggota dewan DPR RI Komisi X sebaiknya keberatan kepada kementerian pendidikan jangan dihubungkan dengan pilkada di Toraja Utara.

Dirinya menjamin bahwa dalam penyaluran PIP, Eva Stevany tidak pernah mengajak orang tua siswa atau keluarga siswa penerima PIP memilih suaminya Yosia Rinto Kadang yang merupakan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara.

Saya sudah lihat semua video yang disemua tempat penyaluran PIP secara simbolis, ibu Eva tidak pernah menyebut suaminya apalagi mengkampanyekannya.

Meski secara pribadi maupun sebagai kader Partai Nasdem ibu Eva pasti mendukung suaminya yang diusung partai Nasdem dan juga ketua DPD Partai Nasdem Toraja Utara, Tegas Jhody.

Seraya menambahkan bahwa dalam surat himbauan yang ditanda tangani Andarias Duma selaku Ketua Bawaslu Toraja Utara tersebut menerangkan laporan paslon terkait Dana bantuan PIP jalur aspirasi dihentikan karena tidak terbukti melanggar memenuhi unsur pidana pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara.

Laporan : Agen 027 Saldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × two =