SPIONASE-NEWS.COM,- TANA’ TORAJA – Ketua PD Ikatan Wartawan Online (IWO) Toraja Raya Toto Lesmana Balalembang melaporkan Djuli Mambaya (DJM) mantan narapidana kasus korupsi di Papua, DJM dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik, ke Polres Tana’ Toraja, Kamis (6/10/2022).

Djuli Mambaya (Mantan Kadis PU Pemprov Papua)

Laporan dilakukan Toto Lesmana Balalembang yang akrab disapa Toto ini bersama jajaran pengurus dan anggota IWO Toraja Raya.

Toto merasa difitnah dan dirugikan, terlebih Ikatan Wartawan Online (IWO) adalah organisasi perkumpulan Wartawan yang diakui secara resmi oleh pemerintah, dan Ia juga merupakan ketua IWO Toraja Raya.

Maka Toto memilih melaporkan dugaan Pencemaran Nama Baik ini sebagai Peristiwa Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan Laporan Polisi (LP) Nomor : LP /B/249/X/2022/SPKT/POLRES TANA’ TORAJA/POLDA SULAWESI SELATAN tanggal 06 Oktober 2022.

Dan apabila kasus Pencemaran nama baik ini terbukti, maka Mantan Kadis PU Papua DJM akan diancam Pidana Penjara 4 (Empat) Tahun dan denda uang Rp750 Juta, sesuai Pasal 45 UU ITE.

Toto menjelaskan bahwa dirinya merasa keberatan dan dipermalukan atas kata-kata Djuli Mambaya pada sebuah Chat Grup WhatsApp yang menyerang pribadinya serta menghina profesi Wartawan utamanya wartawan yang ada Ikatan Wartawan Online (IWO) Toraja Raya, jelasnya.

“Saya keberatan dengan kata-kata Djuli Mambaya yang menyebut saya tidak berpendidikan, menyamakan nama saya dengan merek Kloset, bahkan menyebut saya buta huruf,” tutur Toto.

Dirinya juga mengecam keras atas kata-kata Djuli Mambaya (mantan Kadis PU Provinsi Papua yang pernah ditangkap kasus Korupsi di Pemprov Papua), DJM yang diduga menghina profesi Wartawan, dimana DJM mengatakan bahwa Wartawan tidak berguna hanya kesana kemari jual mulut menawarkan jasa, bahkan menyebut Wartawan itu pengemis.

“Masak kita dibilangin Watawan tidak berguna, hanya pengemis dan dikira gombal itu kan sangat keterlaluan” kata Toto.

Sementara itu, Djuli Mambaya saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan Dirinya tidak pernah tahu hal
apa yang dilaporkan, dan tidak pernah bertemu pelapor.

“Saya tidak tahu apa yang dilapor, masalahnya apa? dalam kerugian dan itupun tidak ada kerugian, dan saya tidak pernah ketemu, saya ini di papua, kapan saya bercakap dengan dia serta saya tidak tahu siapa dia,” Ucap Djuli Mambaya.

Kata Djuli, bahwa ia juga tidak pernah melecehkan organisasi dan profesi wartawan, ia membantah masalah pelanggaran UU ITE yang dilaporkan karena tidak pernah melakukan hal tersebut.

“Saya tidak pernah melecehkan profesi wartawan, justru wartawan adalah mitra kita masyarakat, bahkan soal nama pelapor pun saya tidak pernah sebut, saya hanya menyebut nama Toto merek kloset bukan nama pelapor yah. Saya juga tidak pernah melecehkan nama organisasi apapun itu,” tutur Djuli Mambaya (DJM).

Laporan : Agen 027 Saldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here