SPIONASE-NEWS.COM,- PANGKAJENE KEPULAUAN – PHBI Kecamatan Labakkang adakan pertemuan menyepakati pelaksanaan salat idul Fitri 1444 H/2023 M bertempat di Kantor Kecamatan labakkang, Jalan poros Makassar Pare Bontoa Kelurahan Kecamatan labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, pada Kamis (13/4/2023).

Pertemuan diikuti oleh pengurus PHBI Kecamatan Labakkang, para pengurus Masjid, perwakilan para lurah dan kepala desa se Kecamatan Labakkang para tokoh dan pimpinan ormas keagamaan dengan dipimpin dan dimoderatori Ketua PHBI Kecamatan Labakkang A. Arief Pangurusi.

Hadir Camat Labakkang Bahri beserta jajaran, Danramil Labakkang/1421-3 Samsu bersama sejumlah personil Babinsanya, Kepala Kantor urusan Agama (KAU) Labbakang Sahabuddin.

Sebagaimana disampaikan oleh ketua phbi kecamatan Labakkang A. Arif Pangurusi. rencana-rencana persiapan salat ID yang semula diusulkan oleh Camat untuk diadakan berpindah-pindah dari Kelurahan atau desa yang ada di kecamatan Labakkang, sepertinya masih tetap dilaksanakan di lapangan Erasa sebagaimana biasa di tahun-tahun sebelumnya. Nanti idul Adha ke depan bisa dibicarakan sekarang, dikarenakan persiapan salat di lapangan Erasa sekarang ini telah di tentukan Khotib Idul Fitri Al Ustadz Muhammad Arsyad, Imam KUA Labakkang. Dan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem akan diadakan di masjid besar.

Dalam perhitungan pendapat tampil beberapa pembicara pertama Ketua Panitia Pelaksana shalat Id di Lapangan Erasa A. Nurdin, ke-2 tampil kepala desa Patalassang ,.., ke-3 Tokoh pendidikan Page Haya, ke-4 H. Gazali, ke-5 Tokoh Muhammadiyah H. Hamid, ke-6 Achliani, ke-7 Kepala Desa Barabatu Haris dan lainnya.

Menurut kepala KUA Sahabuddin yang pertama dia paling setuju dengan yang disampaikan oleh H. Hamid bahwa dalam Islam, Imam tidak bisa terlalu jauh dari syaf pertama, aturannya memang itu 3 langkah agar terjadi masalah misalnya imam mengeluarkan hajat dan lain sebagainya, pengganti di belakang bisa maju 3 langkah.
Juga harus ada pembantu imam sebagai diusulkan.

Tambah Sahabuddin, menyangkut perbedaan Muhammadiyah dan pemerintah itu kan sudah dikaji secara mendalam dan di Indonesia memang harus begitu, ya itulah yang namanya moderasi beragama.

Camat Labakkang sepertinya ini masih banyak terjadi perbedaan maka perbedaan itu adalah sesuatu yang indah. Kalau tidak ada perbedaan itu berarti tidak ada koreksi maka Alhamdulillah dengan adanya perbedaan ini kita bisa menjadikan satu, jadi hasil terbaik. Satu perbedaan pendapat tapi itu adalah satu tujuan.

Hari ini menurut Bahri menentukan bahwa tetap memusatkan di lapangan Erasa nanti untuk Idul Adha ke depan ya kita akan lihat kondisinya, apakah di Patalassang. Memang shalat Id kali ini harus terpusat di satu titik, dilapangan Andi Maruddani Erasa Kelurahan Pundata Baji. Tutupnya.

Kepala Desa Barabatu Haris juga menyatakan kesiapannya jika nanti kalau di dapat kesempatan shalat Id harus dilaksanakan bergulir di Lapangannya.

Laporan : Agen Hamzapkp713

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here