Bulukumba, Spionase-news.com – Sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam cabang Bulukumba mendatangi Polres Bulukumba, Jumat, 10 November 2017.
Kedatangan sejumlah aktivis tersebut mempertanyakan kasus kematian pemuda yang diduga mendapatkan perlakuan yang sangat tidak wajar oleh salah satu anggota satuan Lalulintas Polres Bulukumba.
Ketua HMI Bidan PTKP Cabang Bulukumba, Adi Tompel menegaskan bahwa kematian pemuda tersebut telah ditetapkan oleh tuhan namun kita juga harus tau apa yang menjadi penyebab dari kematian tersebut.
“Kapolres juga tidak seharusnya berbicara tentang sisi kemanusiaan terhadap pelaku sebab korban bukan hanya sakit tapi meninggal dunia, lalu bagaimana dengan sisi kemanusiaan terhadap keluarga korban,” ujar Adi saat ditemui di Mako Polres Bulukumba.
Sebagai penanggung jawab, pihaknya menilai kapolres bulukumba gagal dalam membina anggotanya dan sangat wajar ketika beberapa organisasi termasuk Himpunan mahasiswa islam juga menuntut pencopotan Kapolres Bulukumba karena ini soal nama baik institusi.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris Umum HmI Cabang Bulukumba, Ar Ebit Supadi saat di temui disalah satu Warkop di Bulukumba, ia menyampaikan bahwa untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan nama baik institusi tersebut khususnya Polres Bulukumba, tentu Kapolda harus tegas menindak lanjuti soal pencopotan tersebut.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga mendorong upaya terhadap anggota Polres yang menangani untuk transparan, memberikan informasi mengenai perkembangan kasus ini terhadap publik terutama keluarga, dan seluruh elemen, OKP maupun Ormas harus mengawal jangan sampai terjadi kongkalikong.
“Harus ada transparansi terkait kasus ini sehingga semua pihak tahu kejelasan kasusnya agar tidak sekedar mengira-ngira,” pungkasnya. (AB)*





















