

SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR – Gerakan Rakyat Mahasiswa, di bawah komando Ketua Umum Andi Fitra Ramadan dan Jenderal Lapangan Agim Muhammad, secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai jauh dari keberpihakan pada rakyat kecil.
Dalam aksi massa yang digelar Kamis (07/05/2026), Gerakan Rakyat Mahasiswa membawa empat poin tuntutan krusial yang menyentuh sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan penegakan HAM.
Jenderal Lapangan, Agim Muhammad, menegaskan bahwa janji-janji politik saat kampanye kini mulai menunjukkan wajah aslinya yang hanya menguntungkan kelompok elite.
“Kami berdiri di sini untuk mengingatkan bahwa negara tidak boleh dikelola seperti perusahaan pribadi. Pendidikan dan kesejahteraan buruh adalah hak konstitusional, bukan komoditas politik!,” tegasnya.
Adapun poin-poin tuntutan yang ditegaskan dalam rilis ini adalah:
1. Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran: Hentikan Intervensi dan Selesaikan Pelanggaran HAM
Kami menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintah saat ini hanya menjadi ladang keuntungan bagi vendor-vendor besar dan justru melemahkan ekonomi rakyat (UMKM) seperti kantin sekolah yang kehilangan mata pencahariannya. Kami juga menuntut:
* Realisasi janji 19 juta lapangan kerja yang hingga kini masih menjadi angan-angan.
* Pemberhentian segala bentuk intervensi militer dalam ranah sipil demi menjaga marwah demokrasi.
* Penuntasan seluruh kasus pelanggaran HAM tanpa pandang bulu.
2. Selamatkan Pendidikan: Kembalikan Anggaran Sesuai Konstitusi
Kami mengecam keras pengalokasian anggaran pendidikan sebesar *42% – 47% yang justru dilarikan untuk program MBG. Ini adalah pengkhianatan terhadap UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4
Kembalikan anggaran pendidikan murni (sekurang-kurangnya 20% dari APBN) untuk peningkatan mutu SDM, bukan untuk proyek pengadaan pangan yang sarat kepentingan.
3.Kesejahteraan Guru & Perbaikan Fasilitas di Sulawesi Selatan
Negara telah lama berhutang pada guru honorer. Kami menuntut:
* Pemberian *gaji yang layak dan kepastian anggaran bagi tenaga pendidik.
* Kompensasi bagi guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun.
* Pemerintah harus segera turun tangan memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak dan tidak layak di Sulawesi Selatan. Pendidikan bermutu tidak akan terjadi di gedung yang hampir roboh.
4. Kepastian Hak Pekerja Tambang & Hapus Outsourcing
Di sektor industri, kami melihat eksploitasi yang masih masif, terutama di sektor pertambangan:
* Penuhi seluruh hak pekerja tambang yang selama ini tercederai oleh regulasi yang timpang.
* Hapuskan sistem kerja Anidaya/Outsourcing yang menjadikan buruh sebagai pekerja kontrak seumur hidup tanpa kepastian masa depan.
PERNYATAAN PENUTUP
Gerakan Rakyat Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal tuntutan ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pemerintah pusat maupun daerah, kami akan mengonsolidasikan massa yang lebih besar untuk menduduki titik-titik vital hingga suara rakyat didengarkan.
Panjang Umur Perjuangan!
Hidup Rakyat Indonesia!
Indonesia Geram
Laporan : Agen 089 M. Rijal






















