SPIONASE-NEWS.COM-, ENREKANG — Kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Hal tersebut terlihat dari inisiatif SDN 54 Kalosi yang mulai menunjukkan dukungan terhadap gerakan pemilahan sampah melalui program Massenrempulu Eco Group.

Inisiatif ini menjadi langkah positif dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan. Melalui pembiasaan memilah sampah, peserta didik diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan sekaligus mengenali nilai manfaat dari sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang. Senin (19/10/2026).

Hendra Permana Lestari, selaku guru sekaligus penggerak, menjadi bagian penting dalam mendorong tumbuhnya kesadaran lingkungan di lingkungan sekolah. Peran guru dan penggerak lingkungan dinilai strategis karena pendidikan kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Menurutnya, gerakan pilah sampah dapat menjadi sarana edukasi bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Kebiasaan sederhana yang dilakukan di sekolah diharapkan dapat diteruskan di rumah dan lingkungan masyarakat.

Program Massenrempulu Eco Group sendiri mendorong pengelolaan sampah anorganik yang telah dipilah agar memiliki nilai manfaat dan ekonomi. Dengan keterlibatan sekolah, gerakan ini diharapkan tidak hanya membantu menjaga kebersihan, tetapi juga menumbuhkan pemahaman bahwa sampah yang dikelola dengan benar dapat menjadi sumber daya yang bernilai.

Direktur Massenrempulu Eco Group, Muh. Wildan Rafzanjaningrat A.Y., bersama Sekretaris Alfin Firman Syah, S.Sos., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada keluarga besar SDN 54 Kalosi, khususnya kepada para guru dan penggerak yang telah mengambil inisiatif mendukung gerakan pemilahan sampah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan SDN 54 Kalosi terhadap program pilah sampah. Inisiatif ini merupakan langkah berarti dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan,” ungkap pihak Massenrempulu Eco Group.

Keduanya berharap kolaborasi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan penggerak lingkungan dapat terus berkembang sehingga pemilahan sampah menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Inisiatif SDN 54 Kalosi menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika pendidikan dan kepedulian lingkungan berjalan beriringan, langkah kecil hari ini dapat menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Laporan Agen : 014 MWR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here