SAPIONASE-NEWS.COM,- MAKALE – Perwakilan Forum Aliansi Masyarakat Toraja bersamaToko Adat Balele, Mahasiswa dan Keluarga Besar SMAN 2 serta elemenn Masyarakat tumpah ruah turun kejalan melakukan aksi Gerakan Moral yang mengambil star di Art Centre Rantepao yang di tandai cap darah dikain putih yang terbentang di jalan Senin (8/10).

Massa unjuk rasa gerakan Moral melakukan orasi dengan mendatangi Pengadilan Negeri Makale Tana Toraja
Terkait , Pengadilan Negeri Makale (PN), dan Pengadilan Tinggi Makassar diketahui memenangkan gugatan atas Lapangan Gembira Kecamatan Rantepao, yang selama puluhan tahun telah berdiri fasilitas publik.

Sebelumya, ribuan massa melakukan aksi damai dengan turun ke jalan menuju kantor bupati, DPRD Toraja Utara, mendesak pemkab Torut menangani permasalahan lahan lapangan gembira.
Dalam aksi tersebut nampak terlihat beberapa Anggota DPRD Toraja utara hadir dalam melaksanakan fungsinya yakni memantau dan mengawal bagaimana proses hukum diadakan pemerintah yang kedepan akan berdampak untuk semua rakyat.
Sementara Wakil Ketua Pengadilan Negeri Makale Jahoras Siringoringo didepan Aksi unjuk rasa mengatakan bahwa semua yang disampaikan sebaiknya dituangkan secara tertulis, dan diajukan sebagai bukti dalam kasasi di Mahkama Agung dan pihak tergugat sudah mengajukan kasasi pada 10 September 2018, dan saat ini menunggu memori kasasi, kemudian bisa mengajukan kontra kasasi oleh pihak terkait.
Dan saya tidak bisa mengomentari atas sebuah keputusan karena itu melanggar asas hukum, dimana hakim dilarang mengomentari kasus yang masih berproses. Jelasnya
Perwakilan Forum Aliansi Masyarakat Toraja saat mengelar Komprensi Pers di Cafe Cimsky Minggu 7/10 mengatakan , titik aksi moral dalam penyampaian Aspirasi yakni Gedung DPRD dan Kantor Bupati Toraja Utara mendesak pemkab Torut menangani permasalahan lahan lapangan gembira.
“Kita turun untuk mendorong dan mendukung pemerintah menuju kepengadilan yang sementara berlanjut kasasi.
Dalam persidangan sengketa lahan tersebut ,pemkab torut kalah dua kali dan dimenangkan oleh ahli waris yakni H. Ali yang tidak lain orang tua dari ketua mahkama Agung RI, Hatta Ali, Ungkap Yulianus Sarira.
Lanjut Yulianus mengatakan, “Bersama Warga Toraja mari mengawal ketidak adilan ini . Toraja utara juga berduka dimana kita menjewah tana kita sendiri dan itu aneh. Ucapnya
Hal sama dikatakan Wakil Ketua DPRD Toraja Utara Samuel Lande yang ikut hadir dalam komprensi Pers mengatakan Dewan akan mengawal melaksanakan fungsinya yakni memantau bagaimana proses hukum diadakan pemerintah yang kedepan akan berdampak untuk semua rakyat Toraja.
Pemkab Torut sudah kalah dua kali ini bisa berdampak didunia pendidikan dan fasilitas publik yang ada berdiri dilahan tersebut seperti Kantor Dispora, Puskesmas, bangunan sekolah dan bangunan Pemprov, Ujar Samuel T Lande.
Laporan : Saldi (Torut)

























