SPIONASE-NEWS.COM,- MAKASSAR – Riuk pikuknya perseteruan antara Isteri Kepala UPTD Biringkanaya Dewi Natalia dengan seorang Wartawan Online Arief Wangsa, Menjadi pemberitaan hangat di medsos selama dua hari berturut-turut yang telah dinaikkan beritanya oleh beberapa Media Online, Isteri kepala UPTD Biringkanaya Dewi Natalia yang ditemui dikediamannya menyatakan sebagai hak Jawabnya di Media Online Nasional Spionase-news.com untuk memberikan Klarifikasi yang sebenarnya, Sabtu (11/07/2020).

Ibu Dewi menceritakan kronologi persoalan yang sebenarnya, sehingga muncullah berita tentang dirinya dibeberapa media Online.

“Awalnya Arif Wangsa yang mengaku wartawan dari Media online Mitra Sulawesi menelpon kesuami saya sekitar tanggal 6/7/2020 malam, kebetulan saya ada disamping suami saya (Masdir), dan melalui pesan WA Arif bertanya soal PPDB dan soal dana BOS, suami saya sudah menjelaskan, berselang beberapa lama Arif mengirimkan release berita yang akan dimunculkan berita di medianya, suami saya Masdir hanya menyampaikan, ” tabe ndi janganmi saya dibuatkan berita ye”, trus Arif wangsa ini minta ketemuan sama suami saya, suami saya bilang, ” nanti kapan-kapan ndi kita ketemu”, saya sibuk sekali, tutur Ibu Dewi.

Gara-gara Video UPTD Biringkanaya, perseteruan wartawan terjadi

Lanjut Dewi, bahwa “Besoknya kira-kita hari selasa tanggal (7/7/2020), kembali Arif Wangsa ini datang kekantor UPTD Biringkanaya sekitar jam 14.30 siang tanpa ada konfirmasi sebelumnya jika mau datang, dia mewawancarai seseorang anak yang kami tidak tahu siapa itu orangnya, kebetulan orang itu lagi lewat atau bagaimana deh, saya juga tidak tahu jelas siapa orangnya, yang jelas bukan staf suami saya, terus dari hasil wawancaranya itu dikirim lagi ke WA suami saya, dan Arif Wangsa bilang, ” bagus ini dikirim ke PJ maksudnya tidak jelas, apakah PJ Walikota atau Plt Dinas Pendidikan, tapi suami saya tidak tanggapi, terus suami saya bilang kepada Arif Wangsa “kalau kita mau tahu tentang UPTD kedinas Pendidikan ki bertanya Ndi, begitu kata suamiku Masdir.

Suami saya sudah menjelaskan keadaan yang sebenarnya bahwa memang dia cepat pulang kantor karena sekarang kantor selama Pandemi corona, tutup kantornya jam 13.30, Jelas Dewi.

Dan pada hari Rabu Tanggal (8/7/2020) sekitar jam.14.00 siang, kembali wartawan Arif Wangsa ini datang lagi kekantor UPTD Biringkanaya tanpa pemberitahuan sebelumnya, bahwa mau datang untuk mengvideo kantor suami saya, dimana video rekaman ini menyampaikan bahwa kantor UPTD Biringkanaya tidak pernah buka, nanti ada yang menelpon baru buka, dan cara dia datang ke kantor juga tidak ada penyampaian sebelumnya, dan merekam, memaksa membuka pintu kantor dan membuka jendela kantor dan Merekam isi dalam kantor.

Demi menjelaskan kembali bahwa di video itu Arif seolah-olah mengatakan bahwa UPTD Biringkanaya ini memang tidak pernah buka, padahal sehari sebelumnya suami saya sempat kirim photo ke Arif bahwa bapak kalau pagi kekantor dengan staf KTU nya. Karena memang di UPTD tinggal 1 orang staf setelah dinas menarik semua pegawai di UPTD Biringkanaya kota Makassar.

Dari Video hasil rekaman Arif Wangsa yang berdurasi 1 menit itu dikirim ke suami saya, saya tidak tahu apa maksud Arif Wangsa mengirimkan video itu, karena saya lihat selalu mendesak dan menekan suami saya untuk bertemu, sehingga membuat kami tidak nyaman, sehingga saya sendiri yang membalas pesan chatnya di WA dan mengatakan saya juga seorang jurnalis, saya tahu etika seorang jurnalis, jika dia memang mau membuat berita seharusnya video itu cukup untuk konsumsi dia aja. Dan tidak perlu dikirim ke WA suami saya sebagai target berita (suami saya) karena hal ini akan membuat kami tidak nyaman karena akan di beritakan, pinta Dewi.

Sebenarnya awalnya masalah ini ketika Suami saya (Masdir) yang merasa tidak nyaman dengan perbuatan Arif Wangsa ini yang mengaku wartawan Mitra Sulawesi, karena sejak hari pertama Arif Wangsa seolah-olah mau mengancam suami saya, karena hal inilah suami saya menyampaikan melalui pesan WhatsApp ” apa sebenarnya maumu ?Karena rasa tidak nyamannya itulah sehingga suami saya menyampaikan perbuatan Arif Wangsa ke saya, dan bertanya apa kita kenal wartawan nama Arif Wangsa, jelas suami bertanya, karena sama-sama dari media (wartawan) “. Saya sebagai isteri segera meminta nomer telpon/WA Arif Wangsa.

Saya coba telpon Arif tapi tidak aktif, saya kirim Pesan WA dan menanyakan apa maksudnya dia WA suami saya dan kirim video seperti itu ke suami saya, Ungkap Dewi.

Tidak lama kemudian Arif menelpon dan Arif bertanya :
” Ini dengan siapa ? Oh kita isterinya pak Masdir, sambil dia bentak-bentak bicara”, Arif bilang akan beritakan saya juga.

“Saya sebagai isteri tidak terima cara dia, saya langsung bilang adek Arif kita sama-sama orang media, ada etika dan kode etik seorang jurnalis, apa sebenarnya niat kamu seperti itu melakukan tindakan yang kurang menyenangkan buat suamu saya”.

Arif menjawabnya ” Saya hanya mau klarifikasi tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru),”
“Saya hanya sampaikan kalau soal itu silahkan ke Dinas karena sekarang PPDB itu online langsung Dinas saja”.

Entah apa sebenarnya atau tendensi ini Arif Wangsa. Dia tiba-tiba bilang dia akan beritakan saya karena sudah Katai dia Pencuri. Sambil mengirimkan screnshoot dari WA nya, ke saya.

“Boleh dibaca baik-baik pesan WA saya, saya tidak pernah melecehkan seorang wartawan, saya hanya menyampaikan bahwa cara dia membuat video dengan cara diam-diam masuk ke kantor suami saya tanpa sepengetahuan orang UPTD Biringkanaya adalah bukanlah etika seorang jurnalis.

Tapi “seperti”, coba bedakan kata “seperti Pencuri” dengan kata “Pencuri” pada kalimat EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) ya sangat jelas lah bedanya dong, Kalimat seperti berbeda dengan menuduh, dan tidak mungkinlah saya melecehkan profesi wartawan, karena saya besar dari seorang wartawati juga.

Seandainya dalam pesan WA itu saya bilang “Pencuri” ya saya salah dong, kan ada kata “Seperti” karena dia datang mengvideo kantor suami saya tanpa sepengetahuan staf dan dia, Ungkap Dewi sebagai istri kepala UPTD.

Jadi saya minya adekku Arif Wangsa jangan memputar balikkan fakta, kan saudara yang memulai dengan mengajak ketemu suami saya dan mengirimkan video kantornya ke suami saya, dan adek bilang bahwa di pesan WA, saya katakan kamu “Pencuri” padahal saya katakan dalam pesan WA ku adalah” kamu tahu, perbuatan kamu itu seperti Pencuri, bukan layaknya seorang jurnalis”, begitu pesan saya yang sebenarnya, jadi jangan dibuat teman media yang salah faham semuanya tentang kata-kata saya di Pesan WA tersebut, pinta Dewi lagi.

Sejak berita hak jawab Ibu Dewi Natalia ini dinaikkan, beberapa praktisi media menyangkan sikap arogansi sebab akibat munculnya masalah ini, dan memang sebaiknya di ambil saja jalan mediasi dan kalau memang tidak selesai kan ada jalur hukum yang bisa ditempuh, apalagi UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik sudah mengatur semuanya, Jelas Pemerhati Media yang minta namanya tidak usah ditulis.

Laporan : Agen 008 HI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × three =