Pertemuan Tokoh Adat Rampi

SPIONASE-NEWS.COM,- LUWU UTARA – Tokoh masyarakat adat Rampi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya. Dukungan ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat adat di wilayah pegunungan yang selama ini masih tertinggal dalam akses pembangunan dan pelayanan publik.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh sejumlah tokoh adat Rampi, di antaranya Ibu Herlina, Karel S. Naray, Yulius Sigi, dan Emus Gerosi. Sikap resmi itu disampaikan dalam pertemuan bersama Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin, Rabu (21/01/2026).

Tokoh adat Rampi, Karel S. Naray, menegaskan bahwa dukungan masyarakat Ada’ Woi’ Rampi merupakan keputusan kolektif. Ia menyebut pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai langkah penting untuk mempercepat pembangunan dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

“Kami melihat pemekaran sebagai jalan keluar agar wilayah adat di pegunungan tidak terus berada di pinggir pembangunan,” ujar Karel.

Menurutnya, selama ini keterbatasan infrastruktur dan jauhnya pusat pengambilan kebijakan membuat masyarakat adat Rampi sulit berkembang. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar masyarakat.

“Tujuan kami sederhana, agar kehidupan masyarakat adat Rampi menjadi lebih baik dan setara dengan wilayah lain di Luwu Raya,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin, menilai dukungan masyarakat adat Rampi memperkuat legitimasi perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Ia menyatakan bahwa aspirasi tersebut berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar wacana politik.

“Pemekaran ini adalah tentang keadilan pembangunan. Suara masyarakat adat Rampi menjadi pengingat bahwa Provinsi Luwu Raya dibutuhkan oleh mereka yang paling lama merasakan ketertinggalan,” tegas Karemuddin.

Laporan : Agen 024 Arie Laupa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here