SPIONASE-NEWS.COM,- BONE – Sebagai Publik Figur atau pemimpin di Masyarakat, sebaiknya sikap dan teladan harus di perlihatkan kepada masyarakat, hal inilah yang melekat pada diri seorang pemimpin seperti Presiden, Gubernur, Bupati dan Kepala Desa.

Tapi tak di sangka, salah seorang Kepala Desa di Bone yaitu Kades Waemputtange, begitu sulit untuk diajak berkomunikasi, apalagi antara Pers dan Eksekutif harus ada ikatan moral yang saling berhubungan sebagai Pilar pembangunan, sang wartawan pasti butuh berita dan sang Kades pasti juga butuh berita pembangunan di ekspose sebagai laporan ke Publik atau masyarakat, tentunya laporan juga ke Pemerintah pusat tentang penggunaan Anggaran dana desa yang transfaran, ucap Asri HF Pemerhati masalah desa di Bone.

Desa Waemputtange yang berada di Kecamatan Amali Kabupaten Bone, merupakan salah satu desa paling ujung di Kabupaten Bone, dipimpin oleh seorang Kepala Desa Perempuan yang bernama Hj. Nurlaelah.

Tim investigasi Media online nasional spionase-news.com yang sempat melewati sekitar jalan desa di dusun Jampea, menemukan jalan desa yang rusak parah, dan tidak terurus, diduga jalan desa yang panjangnya 200 M2 dengan proyek Perkerasan jalan desa tidak memenuhi bestek yang seharusnya dilaksanakan sesuai juknis dan juklak oleh Kades Waemputtange, apalagi juga ada Pekerjaan Talud sepanjang 500 M2 untuk menahan timbunan perkerasan jalan tersebut, ujar Asri HF lagi.

Proyek pekerjaan pembangunan Talud dan Perkerasan jalan di dusun Jampea ini, menelan Anggaran Dana Desa yang digelontorkan pemerintahan Jokowi – JK tahun 2018 sekitar Rp. 158.370.000,-.

Program Desa membangun ini adalah harapan Pemerintah Pusat agar transportasi desa dapat tersambung dengan baik, agar peningkatan ekonomi kerakyatan yang di gadang-gadang pemerintahan Jokowi-JK dapat terealisasi dengan baik dan cepat.

Cuma sangat disayangkan, Kades Hj. Nurlaelah sangat susah dihubungi untuk di klarifikasi tentang proyek Jalan desanya yang rusak berat, malah Kades Waemputtange, menyuruh salah seorang Pendamping desa untuk menghubungi wartawan media ini, dan juga sang pendamping desa tidak menyebutkan namanya, pendamping desa tersebut hanya menjelaskan bahwa Proyek jalan tersebut sudah diukur oleh pihak inspektorat Kabupaten Bone, dan ironinya salah seorang Aktivis LSM yang menghubungi Tim Investigasi Media ini mengatakan bahwa memang benar pernah sempat menegur bu Kades Hj.Nurlaelah tentang timbunan jalan dusun Jampea yang disinyalir tidak memenuhi ukuran pas sesuai dengan bestek proyek Pekerjaan Talud dan Perkerasan jalan tersebut.

Tim awak media ini, beberapakali menghubungi Kades Hj. Nurlaelah, baik via telepon celuler, sms dan WhatsAppnya juga tidak bisa nyambung dan tidak mau membalas sms pertanyaan dari Tim investigasi kami, akhirnya berita ini di naikkan tanpa ada jawaban klarifikasi dari sang Kades.

Laporan : Agen Firman

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 4 =