SPIONASE-NEWS.COM, – BARRU – Pemerintah Kabupaten Barru sebentar lagi akan memiliki kantor megah dan mewah. Konon kantor ini akan berlantai 8 dan menjadi kantor pemerintahan tertinggi di Sulawesi selatan.

Meski demikian, Mega Proyek ini kini menjadi sorotan. Pasalnya, Proyek Pembangunan kantor Bupati yang menelan anggaran APBD sebesar Rp 40,1 Miliar pada tahap pertama ini, mulai mendapat kritikan dari berbagai pihak utamanya tokoh pemuda dan tokoh masyarakat karena dianggap tidak substansial dengan kepentingan masyarakat Barru seutuhnya.

(Tampak pembangunan tower kantor bupati Barru)

Ditemui wartawan Media online Nasional spionase-news.com, Direktur Insan Muda Syndicate (IM Syndicate) Erwin Wijaya mulai angkat bicara perihal mega proyek ini. Pemuda asal Barru ini menyoroti dengan pertimbangan azas manfaatnya.

“Menurut hemat saya, lebih sepakat bila pembangunan Kantor Bupati Barru tak terlalu memakan biaya sebesar itu. Kecuali kalau ada yang bisa memberi fakta empirik di lapangan bahwa tinggi gedung pemerintahan bisa menanggulangi kemiskinan yang ada”, Tutur Mahasiswa Pascasarjana Unhas ini.

Seperti diketahui, Proyek ini dikerjakan oleh PT. Bumi Perkasa Sidenreng dengan Konsultan Pengawas CV. Baji Rupa Consultant. Kontrak kerja mulai 21 Juni sampai 25 Desember

(Bupati Barru, Suardi Saleh dalam acara Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Menara Kantor Bupati, Senin, 23 Juli 2018 silam)

“Sebaiknya pemangku jabatan di Kabupaten Barru lebih bijak melihat dari sisi azas manfaatnya. Termasuk mempertimbangkan penggunaan anggaran besar dengan fakta kemiskinan di Barru yang sudah mencapai 16 ribuan menurut data BPS. Rp. 40 M itu cukup banyak loh”, tambahnya.

Diketahui, Berdasarkan survei pada 2015 angka jumlah penduduk miskin mencapai 16,1 ribu jiwa dengan persentase 9,42 persen. Pada 2016 jumlah penduduk miskin meningkat mencapai 16,24 ribu jiwa dengan persentase 9,45 persen.

Bahkan Menurut Kepala BPS Barru, Suswanto di tahun 2017, jumlah penduduk miskin meningkat lagi mencapai angka 16,76 ribu jiwa dengan persentase 9,71 persen, bagaimana kisah selanjutnya, ya kami kembalikkan saja pendapat masyarakat Barru.

Laporan : AI

Editor : Agen 099 EW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here