SPIONASE-NEWS.COM, – SENGKANG – Salah seorang oknum lurah di Kelurahan Akkajeng Kecamatan Sajoanging
Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi selatan dilaporkan warganya ke aparat hukum, Minggu (26/07/2020).

Lurah Akkajeng atas nama Takdir, S.Sos diduga memotong dana BST (Bantuan Sosial Tunai) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tahun 2020, Oknum Lurah ini tetap bersikukuh bahwa apa yang Ia lakukan adalah benar dalam pemotongan dana BST tersebut sebanyak Rp.300.000,- setiap warga tiap bulannya.

Menurut salah Seorang warga Kelurahan Akkajeng
yang namanya minta dirahasiakan bahwa dana masyarakat miskin dari bantuan yang bersumber dari Kemensos RI yang akan diberikan kepada masyarakat berdasarkan data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Wajo, adalah dana dari anggaran APBN pusat, dana BST sebanyak Rp. 600.000,-/bulannya diterima rakyat, tapi ironisnya beberapa warga Kelurahan Akkajeng Kecamatan Sajoangin Kabupaten Wajo malah hanya menerima Rp. 300.000,-/bulan, dengan alasan oknum Lurah Akkajeng ini, mengapa dana itu di sunnat karena dana tersebut akan digunakan untuk pembuatan WC umum atau jamban, jelas “F”.

Warga dusun Cenranae karena takut kalau kasus ini terungkap ke publik. Akhirnya Dana BST tahun 2020 bantuan dari pemerintah pusat ini, terendus juga oleh pihak aparat hukum Kejaksaan negeri Wajo, biarlah hukum yang bicara, karena kami hanya rakyat kecilji kodong, Ungkap “F”.

Oknum Lurah Akkajeng Takdir, S. Sos yang coba di konfirmasi lewat handphonenya, mengatakan bahwa Ia akan mempertanggung jawabkan penyunatan dana BST bantuan Kemensos RI tersebut ke penyidik parat hukum apabila saya dipanggil, tegas Lurah Akkajeng ini lewat telpon celularnya beberapa waktu lalu.

Warga dusun Cenranae Kelurahan Akkajeng, tidak percaya kalau Lurahnya tega begitu sama warganya, padahal dana BST (Bantuan Sosial Tunai) akan dimanfaatkan untuk membeli bahan pokok makanan seperti beras, apalagi saat pandemi Corona atau Covid-19 lagi mewabah, kami tidak bisa pergi kemana-mana dan lapangan kerja susah cari uang, untuk beli beras saja susah, apalagi dana BST kami di sunnat, sedangkan dana BST itu adalah satu-satunya harapan kami untuk hidup, ungkap “F” pada Media ini.

Laporan : Agen 101 Firman

Editor : Agen 007 IJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + nine =